REDAKSI8.COM, KOTABARU – Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos. melakukan audiensi ke Kementerian Kehutanan RI, melalui Direktorat Rencana Perubahan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan (RPKHPWPH) di Jakarta, pada Selasa (29/9/2026).
Pertemuan membahas permohonan dukungan pemanfaatan kawasan konservasi untuk pembangunan pelabuhan penyeberangan baru milik Pemerintah Daerah, guna memperkuat konektivitas wilayah.

Bupati menjelaskan Kotabaru terbagi dua wilayah Kepulauan dan Daratan yang selama ini konektivitasnya terkendala.
Penyeberangan saat ini hanya mengandalkan dua pelabuhan swasta dengan kapasitas sangat terbatas, sementara arus pergerakan warga terus meningkat.
“Kita terkendala di penyeberangan. Pelabuhan yang ada milik swasta dan kapasitasnya terbatas. Masyarakat sangat mengharapkan pelabuhan milik Pemda yang mudah diakses semua,” ucapnya.
Pemkab merencanakan pelabuhan baru di posisi tengah, antara pelabuhan penumpang dan pelabuhan minyak yang sudah ada. Nantinya akan dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) dari daerah, untuk masyarakat.
Jalan akses sejauh ±2 km dari pusat perkantoran menuju bibir sungai sudah dikerjakan Pemda.
Namun setelah menyeberangi sungai lebar 40–50 meter, terdapat jalan sepanjang 2,5 km yang masuk kawasan cagar alam.
Bupati memohon kawasan tersebut dapat dialihfungsikan sebagai jalan penghubung menuju kotabaru daratan.
Pembangunan pelabuhan ini ditargetkan selesai sebelum akhir masa jabatan Bupati, dengan dukungan anggaran direncanakan mulai tahun 2028.
“Ini kebutuhan mendasar masyarakat. Kami mohon dukungan pemerintah pusat agar pelabuhan segera terwujud, menunjang konektivitas, dan mewujudkan Kotabaru Hebat,” tegasnya.
Bupati didampingi Kepala Bapperida, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, serta Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru. Rombongan disambut langsung oleh Yana Juhana, Kasubid Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Kementerian Kehutanan RI.

