Selasa, 18 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Ini Arti Ukiran Gambar Kangkung, Rantai dan Buah Delima di Rumah Banjar

Satria Indrajaya by Satria Indrajaya
29 November 2021
A A
Ini Arti Ukiran Gambar Kangkung, Rantai dan Buah Delima di Rumah Banjar
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Kental dengan kearifan lokalnya, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel) sejauh ini masih memiliki ikon-ikon dan simbol sejarah yang berdiri utuh dengan ukiran dan bahan-bahan asli. Satu diantaranya adalah Rumah adat suku Banjar.

Rumah adat suku Banjar di Kalsel ini masih dapat ditemui di Desa Telok Selong Kecamatan Martapura Barat, kerap dikenal dengan nama Rumah Adat Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku.

Para pengunjung pun acap kali berdatangan melihat dan berfoto dilokasi tersebut lantaran bentuk bangunan ini dinilai ikonik. Rombongan demi rombongan baik pelajar, mahasiswa hingga instansi-instansi pemerintahan.

Meskipun dulu disekitaran rumah banjar ini banyak ditemukan bangunan adat banjar yang serupa.

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

INACRAFT 2026 Meriah, Stan Dekranasda Kabupaten Banjar Curi Perhatian Pengunjung

Kaleidoskop 2025 Kabupaten Banjar: Tahun Percepatan Inovasi, Penguatan Layanan Publik dan Lompatan Pembangunan

Bupati Kabupaten Banjar Lantik H Yudi Andrea sebagai Sekda, Tegaskan Penguatan Koordinasi dan Kinerja Pemerintahan

Diketahui bangunan ini telah diresmikan menjadi cagar budaya sejak tahun 1989. untuk detail lokasi berada di Jalan Martapura Lama No. 28. Dari kejauhan jalan raya bangunan ini sudah tampak terlihat berdiri kokoh dan besar.

Sementara ini ada beberapa orang yang menempati rumah itu. Keluarga besar yang pernah tinggal di dalamnya terdiri dari 2 keluarga yang sekarang ini menjadi generasi kelima dari awal rumah itu dibangun.

Dituturkan oleh salah seorang penghuni rumah, Abu Najib (36), pada mulanya H.M. Arif dan istrinya Hj. Fatimah menempati Rumah Bubungan Tinggi yang sekarang dihuni oleh saudara dari ibunda Najib, Bahrudin.

“Saya sejak lahir disini dan dulu di sekitar sini ada banyak Rumah asli Banjar, tapi yang tersisa sekarang ya tinggal dua, Rumah Gajah Baliku yang saya tempati dan Bubungan Tinggi yang ditempati saudara dari ibu saya,” ujarnya.

Dikisahkan Najib, pendiri rumah H.M. Arif yang terkenal sebagai saudagar pada masanya sering melakukan perdagangan jarak jauh. Bersama istri Hj. Fatimah membangun rumah adat Banjar Rumah Bubungan Tinggi pada tahun 1811.

Tamu yang datang sambungnya tidak hanya warga sekitar atau orang dari Indonesia saja namun ada juga pengunjung dari luar negeri Belanda dan Jepang.

Kisah ini katanya bermula dari seorang Profesor dari Jepang yang memiliki ketertarikan dengan rumah adat suku Banjar ini. Lantaran Rumah Gajah Baliku dapat bertahan hingga 160 tahun dan bangunan satunya bernama Bubungan Tinggi juga sudah mencapai 210 tahun meskipun hanya dengan bahan kayu ulin.

Abu Najib (36), penghuni rumah Adat Banjar di Jalan MArtapura lama noor 28 Desa Teluk Selong Kecamatan martapura Barat Kalsel, Jumat (26/11). Foto : S AT R I A

“Pernah yang datang kesini Profesor dan mahasiswanya dari Jepang selama 4 hari, katanya mereka meneliti jenis kayu yang digunakan untuk bangunan rumah disini yaitu kayu ulin. Itu yang membuat mereka terheran-heran, berdecak kagum campur penasaran dengan keanehannya,” ungkapnya.

“Semakin terendam air semakin kuat kayunya. Hal itulah menyebabkan mereka bertanya-tanya. Apabila di tempat lain, kan supaya kayu tahan lama harus ditambahkan bahan pengawet berupa zat-zat kimia, barulah bisa bertahan 100 sampai 200 tahun,” lanjutnya bercerita.

Page 1 of 2
12Next
Share36Tweet22Send

Related Posts

Aksi Seru Warga Lokpaikat Hebohkan HUT RI ke-81

Aksi Seru Warga Lokpaikat Hebohkan HUT RI ke-81

by Ramadhani MTD.
18 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, TAPIN – Suasana semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di Desa Lokpaikat,...

Tari ‘Simfoni Nusantara’ Hantar Sanggar Kamilau Intan Sabet Juara 1 Jumpa Got Talent

Tari ‘Simfoni Nusantara’ Hantar Sanggar Kamilau Intan Sabet Juara 1 Jumpa Got Talent

by Ramadhani MTD.
17 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Keterbatasan waktu latihan ternyata bukan penghalang untuk menorehkan prestasi gemilang. Berbekal persiapan khusus yang hanya berlangsung selama...

Hadirkan Moment of Silence, Bandara Internasional Syamsudin Noor Ajak Pengguna Refleksi Diri

Hadirkan Moment of Silence, Bandara Internasional Syamsudin Noor Ajak Pengguna Refleksi Diri

by Ramadhani MTD.
17 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Hari ini (17/8), PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor mengajak seluruh pegawai,...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In