REDAKSI8.COM – Ketatnya pengawasan di Lapas Kelas II B Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyulitkan oknum pelaku tindak kriminal beroprasi, diantaranya penyelundupan barang Narkotika dan sejenisnya.
Saking telitinya, sejauh ini pihaknya belum pernah menemui adanya kecolongan dalam hal pemeriksaan keluar masuknya barang maupun orang di Lapas.

Selain karena ketatnya sistem penjagaan di dalam Lapas sendiri, dinding tembok penghalang bangunan Lapas pun berdiri kokoh dan tebal.
Tidak tanggung tanggung Kepala Lapas, Amico Balalembang, memaparkan, posisi penjagaan disetiap sudut menara pantau dan lapisan duri pada bagian atas tembok sulit untuk ditembus, apalagi tinggi dinding 6 meter.
“Setiap sudut strategis kita letakan anggota untuk berjaga selama 24 jam,” ungkapnya.
Sehingga, dari sudut manapun tidak dapat ditembus baik dari dalam ke luar maupun sebaliknya.
“Kita sudah bekerjasama dengan Polres dan BNNK untuk menanggulanginya. Dari pusat juga sudah jelas kita harus memberantas narkoba di semua UPT,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Redaksi8.com, Selasa (22/6) siang.
“Upaya penanggulannya dengan cara pemeriksaan barang masuk, orang yang masuk dan rutin razia di dalam Lapas,” sambungnya.

Ia mengaku, saat razia yang di gelar sebanyak 2 kali dalam sepekan, barang yang dilarang masuk ke Lapas hanya berupa handphone yang kerap ditemui oleh petugas penjaga.
“Cuma dalam 3 minggu ke belakang kita laksanakan razia, HP pun tidak ditemukan lagi,” bebernya.
“Mungkin disisipkan dalam makanan yang dititipkan itu. Kita juga harus melihat sisi kemanusiaannya. Kalau kita acak-acak makanannya orang kan kasian,” tandasnya.



