REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kasus 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sempat terlantar di Jeddah, Arab Saudi, mendapat perhatian Anggota DPR RI, Bambang Heri Purnama.
Bambang yang saat kejadian berada di Tanah Suci mengaku langsung tergerak membantu setelah menerima informasi mengenai kondisi para jemaah yang sudah empat hari tidak memiliki kepastian untuk kembali ke Indonesia.

“Kebetulan saya itu lagi umrah, hari Jumat saya dapat berita. Di sini kita berbagi-bagi, kita punya saudara rombongan umrah dari Kalsel, ada yang terlantar 4 hari di sana,” katanya, Jumat (7/8/26).
Bambang mengungkap, melihat kondisi para jemaah itu membuat hatinya untuk harus saling membantu.
Sebab ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan karena para jemaah datang ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah.
“Dan saya merasa terpanggil karena beliau semua ini tamu-tamu Allah,” ungkapnya.
Saat menemui langsung para jemaah, ia mendapati kondisi mereka cukup memprihatinkan karena sebagian besar sudah kehabisan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Para jemaah hanya mengandalkan makanan sederhana seperti roti dan mie instan untuk bertahan selama berada di Jeddah.
Dari kejadian tersebut, Bambang meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika memilih biro perjalanan umrah.
Menurutnya, kemampuan travel dalam memastikan keberangkatan hingga kepulangan jemaah harus menjadi pertimbangan utama.
“Saya mengharapkan juga kepada travel dan kepada petugas tolong lah jangan sampai terulang, ini pertama dan terakhir. Saya menginginkan jangan ada hal-hal seperti ini,” ucapnya.
“Dan saya mengimbau kepada calon-calon jemaah umrah, tolong pilih travel yang bagus. Jangan sampai bisa berangkat, pulangnya sampai enggak bisa dan terlantar,” tegasnya.
Tak hanya persoalan travel, Bambang juga menyoroti respons perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang menghadapi masalah di luar negeri.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Bambang berencana membawa persoalan tersebut dalam pembahasan bersama Menteri Luar Negeri, karena perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri harus dapat bergerak lebih cepat ketika menerima laporan adanya warga negara yang terlantar.
Dengan harapan, kejadian serupa tidak kembali dialami jemaah asal Kalsel maupun masyarakat Indonesia lainnya yang menunaikan ibadah umrah.
“Saya bilang kalau ada hal-hal seperti ini tolonglah perwakilan duta besar atau KJRI yang ada di situ, tolonglah cepat gerak ya. Karena mereka 4 hari sudah menghubungi ke mana-mana, Alhamdulillah saya juga dari sana bisa cepat (membantu),” pungkasnya.



