REDAKSI8.COM, KOTABARU – Antusiasme petani Desa Sangking Baru, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, mengikuti verifikasi lapangan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahap kelima semakin menguat.

Memasuki hari kedua verifikasi, Rabu (7/10/2026), sekitar 110 petani mengikuti proses pemeriksaan dan pendataan lahan sebagai bagian dari tahapan program peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Kepala Desa Sangking Baru Asrul Pani mengatakan, pelaksanaan verifikasi hari kedua berjalan lebih baik setelah pemerintah desa melakukan evaluasi terhadap kendala pada hari pertama.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat, khususnya para petani di Desa Sangking Baru, sangat baik. Hari ini masyarakat merasa sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan verifikasi lapangan,” ujar Asrul Pani.

Menurutnya, salah satu pembenahan yang dilakukan pemerintah desa adalah menyediakan kendaraan roda empat untuk membantu mobilitas petani menuju lokasi lahan.

Pada hari pertama, sebagian petani harus menggunakan kendaraan roda dua untuk mencapai lokasi.

Kondisi tersebut dinilai cukup memengaruhi kecepatan proses verifikasi, terutama karena lokasi lahan yang harus didatangi cukup tersebar.

“Kemarin untuk menuju lokasi lahan kami menggunakan kendaraan roda dua. Hari ini kami menyediakan kendaraan roda empat untuk melayani dan mengantar para petani menuju lahan masing-masing, termasuk untuk melakukan dokumentasi atau pengambilan foto di lokasi,” katanya.

Asrul berharap dukungan transportasi tersebut mampu mempercepat proses verifikasi sehingga seluruh lahan petani dapat diperiksa sesuai jadwal.

“Dengan adanya fasilitas tersebut, kami berharap pelaksanaan verifikasi hari ini dapat berjalan lebih cepat dibandingkan hari sebelumnya,” tuturnya.

Bagi petani, verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan lahan yang diajukan benar-benar sesuai dengan persyaratan program PSR.

Perwakilan petani, Budianor, menyambut baik pelaksanaan verifikasi tersebut.

Ia menilai program PSR sangat dibutuhkan petani, terutama untuk membantu menghadapi kondisi tanaman sawit yang sudah memasuki usia tidak produktif.

“Sebagai petani, kami sangat mendukung adanya program PSR ini. Kami berharap proses verifikasi berjalan lancar dan seluruh lahan yang memenuhi persyaratan dapat masuk dalam program peremajaan,” kata Budianor.

Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, KUD, perusahaan mitra, serta pihak terkait yang telah membantu petani mengikuti seluruh tahapan program.

Wakil Ketua KUD Gajah Mada, M. Rahmatullah, mengatakan proses verifikasi lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan data dan kondisi lahan petani sesuai dengan pengajuan program PSR.

Menurutnya, koordinasi antara petani, pemerintah desa, KUD, perusahaan mitra, dan tim verifikasi menjadi kunci agar proses tersebut berjalan tertib dan tidak menimbulkan kendala di lapangan.

“Kami berharap seluruh proses verifikasi dapat berjalan lancar. Petani juga sangat antusias karena mereka memahami bahwa ini merupakan tahapan penting menuju pelaksanaan peremajaan kebun,” ujar M. Rahmatullah.

Sementara itu, Pemitra PT SKIP Pramesthi Nugroho menegaskan pihaknya turut mendukung proses verifikasi agar pelaksanaan PSR dapat berjalan sesuai ketentuan.

Ia berharap proses pendataan dan pengecekan di lapangan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi lahan serta memastikan petani yang diajukan benar-benar memenuhi persyaratan program.

“Kami mendukung proses verifikasi ini agar seluruh tahapan berjalan dengan baik dan data yang diperoleh di lapangan benar-benar sesuai kondisi sebenarnya. Harapannya, proses selanjutnya dapat berjalan lancar sehingga program PSR bisa segera memberikan manfaat bagi petani,” kata Pramesthi.

Asrul Pani menyebutkan, kegiatan verifikasi lapangan di Desa Sangkiring Baru dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu.

Pemerintah desa pun mengimbau seluruh petani yang masuk dalam pengajuan PSR agar mengikuti proses sesuai jadwal dan menyiapkan dokumen maupun lokasi lahan yang diperlukan.

Dengan tingginya partisipasi petani dan dukungan berbagai pihak, verifikasi lapangan diharapkan dapat diselesaikan secara optimal.

Tahapan ini menjadi salah satu pintu penting menuju terwujudnya peremajaan kebun sawit rakyat yang lebih produktif dan berkelanjutan di Desa Sangking Baru.