REDAKSI8.COM, BALANGAN – Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama dalam meneguhkan kembali khidmahnya memasuki perjalanan abad kedua.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Balangan, Syaiful Bahri, S.H.I., M.Pd.I., yang turut memberikan pandangan terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Menurut Syaiful, kehadiran langsung di Tambakberas memberikan pengalaman dan kesan yang mendalam bagi PCNU Kabupaten Balangan. Muktamar tidak hanya dipandang sebagai forum tertinggi organisasi untuk membahas berbagai agenda NU, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan konsolidasi antarwarga Nahdliyin dari berbagai daerah.
“Bagi kami PCNU Kabupaten Balangan, Muktamar ke-35 merupakan momentum yang sangat istimewa dan bersejarah, karena menjadi bagian dari perjalanan NU memasuki abad kedua,” ujar Syaiful.
Ia menilai, semangat para peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu hal yang paling berkesan. Meski terdapat perbedaan pandangan maupun latar belakang, suasana persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan muktamar.
Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan karakter NU yang selama ini mengedepankan nilai ukhuwah, musyawarah, tawassuth, tawazun, dan tasamuh.
Perbedaan pendapat, lanjut Syaiful, merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dan menjaga persatuan.
“Perbedaan pandangan dan latar belakang tidak menghilangkan semangat persaudaraan. Justru di situlah terlihat wajah NU yang mengedepankan ukhuwah, musyawarah, tawassuth, tawazun, dan tasamuh,” katanya.
Syaiful menambahkan, Muktamar NU ke-35 juga menjadi pengingat bagi jajaran NU di daerah, termasuk PCNU Kabupaten Balangan, bahwa perjalanan memasuki abad kedua membawa tantangan yang semakin kompleks.
NU dituntut tidak hanya mampu mempertahankan tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kekuatan NU ke depan sangat bergantung pada kemampuan organisasi menjaga keseimbangan antara mempertahankan tradisi dan menghadirkan inovasi.
Karena itu, hasil dan semangat Muktamar diharapkan tidak berhenti di forum nasional, tetapi dapat diterjemahkan hingga tingkat wilayah, cabang, majelis wakil cabang, ranting, bahkan sampai kepada masyarakat.
“Memasuki abad kedua, NU harus semakin kuat dalam menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Titip Harapan untuk Kepemimpinan PBNU
Selain memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Muktamar, PCNU Kabupaten Balangan juga menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih.
Syaiful berharap kepemimpinan baru PBNU dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan dan tanggung jawab.
“Kami mengucapkan selamat dan menyampaikan doa terbaik kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, keikhlasan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah besar ini,” tuturnya.
Ia berharap kepengurusan PBNU ke depan semakin memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga ranting.
Menurutnya, perhatian terhadap NU di daerah juga menjadi hal penting agar kebijakan dan program organisasi tidak hanya kuat di tingkat pusat, tetapi benar-benar menjawab persoalan dan kebutuhan warga Nahdliyin di daerah.
PCNU Balangan juga berharap program-program PBNU ke depan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, serta berbagai sektor yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.
Lebih jauh, Syaiful berharap NU dapat terus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Nahdliyin dengan menghadirkan organisasi yang solid, sejuk, mandiri dan terbuka.
Menurutnya, NU memiliki peran strategis bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Semoga NU terus istiqamah menjadi penjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, perekat persatuan bangsa, serta memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Bagi PCNU Kabupaten Balangan, Muktamar NU ke-35 di Tambakberas bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang NU sekaligus titik penting untuk menatap masa depan organisasi di abad kedua.
Dari Tambakberas, semangat khidmah diharapkan terus mengalir hingga ke daerah-daerah, termasuk Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, dengan semangat menjaga tradisi, memperkuat persatuan dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Balangan, Syaiful Bahri, S.H.I., M.Pd.I., yang turut memberikan pandangan terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Menurut Syaiful, kehadiran langsung di Tambakberas memberikan pengalaman dan kesan yang mendalam bagi PCNU Kabupaten Balangan. Muktamar tidak hanya dipandang sebagai forum tertinggi organisasi untuk membahas berbagai agenda NU, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan konsolidasi antarwarga Nahdliyin dari berbagai daerah.
“Bagi kami PCNU Kabupaten Balangan, Muktamar ke-35 merupakan momentum yang sangat istimewa dan bersejarah, karena menjadi bagian dari perjalanan NU memasuki abad kedua,” ujar Syaiful.
Ia menilai, semangat para peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu hal yang paling berkesan. Meski terdapat perbedaan pandangan maupun latar belakang, suasana persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan muktamar.
Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan karakter NU yang selama ini mengedepankan nilai ukhuwah, musyawarah, tawassuth, tawazun, dan tasamuh.
Perbedaan pendapat, lanjut Syaiful, merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan dan menjaga persatuan.
“Perbedaan pandangan dan latar belakang tidak menghilangkan semangat persaudaraan. Justru di situlah terlihat wajah NU yang mengedepankan ukhuwah, musyawarah, tawassuth, tawazun, dan tasamuh,” katanya.
Syaiful menambahkan, Muktamar NU ke-35 juga menjadi pengingat bagi jajaran NU di daerah, termasuk PCNU Kabupaten Balangan, bahwa perjalanan memasuki abad kedua membawa tantangan yang semakin kompleks.
NU dituntut tidak hanya mampu mempertahankan tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kekuatan NU ke depan sangat bergantung pada kemampuan organisasi menjaga keseimbangan antara mempertahankan tradisi dan menghadirkan inovasi.
Karena itu, hasil dan semangat Muktamar diharapkan tidak berhenti di forum nasional, tetapi dapat diterjemahkan hingga tingkat wilayah, cabang, majelis wakil cabang, ranting, bahkan sampai kepada masyarakat.
“Memasuki abad kedua, NU harus semakin kuat dalam menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Titip Harapan untuk Kepemimpinan PBNU
Selain memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Muktamar, PCNU Kabupaten Balangan juga menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih.
Syaiful berharap kepemimpinan baru PBNU dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan dan tanggung jawab.
“Kami mengucapkan selamat dan menyampaikan doa terbaik kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesehatan, keikhlasan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah besar ini,” tuturnya.
Ia berharap kepengurusan PBNU ke depan semakin memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga ranting.
Menurutnya, perhatian terhadap NU di daerah juga menjadi hal penting agar kebijakan dan program organisasi tidak hanya kuat di tingkat pusat, tetapi benar-benar menjawab persoalan dan kebutuhan warga Nahdliyin di daerah.
PCNU Balangan juga berharap program-program PBNU ke depan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, serta berbagai sektor yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.
Lebih jauh, Syaiful berharap NU dapat terus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Nahdliyin dengan menghadirkan organisasi yang solid, sejuk, mandiri dan terbuka.
Menurutnya, NU memiliki peran strategis bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Semoga NU terus istiqamah menjadi penjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, perekat persatuan bangsa, serta memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan kemaslahatan umat,” ujarnya.
Bagi PCNU Kabupaten Balangan, Muktamar NU ke-35 di Tambakberas bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang NU sekaligus titik penting untuk menatap masa depan organisasi di abad kedua.
Dari Tambakberas, semangat khidmah diharapkan terus mengalir hingga ke daerah-daerah, termasuk Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, dengan semangat menjaga tradisi, memperkuat persatuan dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.



