REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Di tengah kesunyian Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU), langkah kaki dan ayunan cangkul mereka berbunyi tanpa henti.
Saat sebuah keluarga tengah dibalut duka mendalam, para penjaga dan penggali kubur bekerja dalam senyap, memastikan tempat peristirahatan terakhir bagi warga yang berpulang disiapkan dengan layak dan tertib.


Pengabdian yang kerap tak kasatmata itu kini mendapat tempat tersendiri di mata Pemerintah Kota Banjarbaru.
Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby menyalurkan insentif khusus kepada para penjaga dan penggali TPBU di wilayahnya.
Sebanyak 464 orang yang tercatat sebagai penerima manfaat dari program itu telah menerima bantuan dana sebesar Rp150 ribu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di lapangan.
Bantuan dana itu akan diterima setiap tiga bulan sekali.
Kepala Bidang Sarana Utilitas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, Ir. Yusuf Khoiruddin, menegaskan, kebijakan itu dipicu oleh kesadaran akan pentingnya peran mereka yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
“Penjaga dan penggali TPBU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayanan pemakaman karena melaksanakan tugas operasional di lapangan, antara lain menjaga dan memelihara lingkungan TPBU serta membantu pelaksanaan proses pemakaman masyarakat,” begitu ujar Yusuf, Rabu (2/9/2026) siang.
Yusuf menambahkan, skema insentif tersebut dirancang sebagai kebijakan berkelanjutan demi menjaga keberlangsungan pelayanan pemakaman yang optimal.
Pemerintah daerah berharap dorongan moral dan materiil ini mampu memacu semangat para petugas dalam menjalankan tugas mulia tersebut.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab penjaga serta penggali TPBU, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemakaman yang tertib, layak, responsif, dan berkelanjutan,” katanya.
Bagi para penggali kubur, bantuan tersebut tidak sekadar dinilai dari nominal angka.
Di balik kucuran dana berkala itu, ada beban dapur rumah tangga yang sedikit terangkat serta rasa dihargai atas profesi yang kerap dipandang sebelah mata.
Rasa haru dan syukur salah satunya diungkapkan oleh Abdul Muis, seorang penggali kubur asal Jalan Kuranji.
“Syukur alhamdulillah ada tambahan dari Pemerintah Kota Banjarbaru, Ibu Wali Kota. Kami banyak-banyak terima kasih atas nama warga Kuranji yang telah menerima insentif untuk menyambung hidup,” ungkapnya.
Langkah itu mempertegas komitmen Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby untuk menjangkau setiap elemen masyarakat hingga ke garis terbawah pelayanan publik.
Bagi Lisa Halaby, pelayanan kepada warga tidak serta-merta terputus ketika napas kehidupan seseorang berakhir.
“Meringankan beban mereka yang mengabdi dalam sunyap adalah wujud nyata kepedulian bahwa setiap pekerjaan yang membawa kebaikan bagi sesama senantiasa bernilai dan pantas untuk dimuliakan,” tandasnya.



