REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Fenomena alam yang tak biasa kini mewarnai aliran Sungai Martapura di kawasan Teluk Tiram, Kota Banjarmasin.
Penampakan ubur-ubur yang melayang di perairan sungai tersebut mendadak menyita perhatian warga setempat.


Dalam video yang berdurasi 11 detik itu menyajikan pemandangan langka yang dipicu oleh dampak musim kemarau panjang, ubur-ubur yang kerap hidup di perairan laut telah ditemukan warga Teluk Tiram melayang di Sungai Martapura.
Kehadiran biota laut di ekosistem air tawar ini merupakan imbas langsung dari menyusutnya debit air sungai secara drastis selama beberapa bulan terakhir.
Kondisi air sungai yang sangat surut membuat intrusi air laut terdorong semakin jauh ke arah darat, membawa serta koloni ubur-ubur hingga masuk ke wilayah perairan sungai pemukiman warga.
“Nah ubur-ubur (di dalam toples transparan<-red),” kata orang yang merekam video penampakan ubur-ubur yang ditemukan diperairan Sungai Martapura daerah Teluk Tiram Banjarmasin.
“Di sungai tempat kami di Teluk Tiram Banjarmasin Sungai Martapura sudah ada ubur-ubur masuk,” tulisnya.

Kondisi kekeringan tersebut rupanya tidak hanya melanda wilayah Banjarmasin semata.
Penurunan volume air secara signifikan juga memicu kekeringan hebat di sepanjang perairan Sungai Kapuas, Sungai Barito, hingga Sungai Mahakam yang membentang di Samarinda, Kalimantan Timur.
Surutnya alur-alur sungai utama di Pulau Kalimantan ini mempertegas kepungan musim kemarau yang makin terasa dampaknya.
Selain mengganggu kebiasaan ekosistem air tawar dengan munculnya satwa laut, mengeringnya sungai-sungai besar tersebut kian mengancam kelancaran aktivitas transportasi air dan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.



