Minggu, 16 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Pasca Pandemi, Diprediksi Akan Terjadi Ledakan Perkawinan Dibawah Umur

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
27 Juli 2020
A A
Pasca Pandemi, Diprediksi Akan Terjadi Ledakan Perkawinan Dibawah Umur
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengumumkan akan memperluas dan memperkuat sinergi dalam menghapus praktik perkawinan anak.

Dikutip dari Kompas.com, menurut Menteri PPPA, United National Population Fund (UNFPA) telah memprediksi akan terjadi ledakan perkawinan anak di dunia dalam rentang waktu 2020 – 2030 akibat pandemi covid19.

Berdasarkan analisis UNFAPA, peningkatan praktik perkawinan anak terjadi lantaran meningkatnya angka kemiskinan sebagai dampak dari pandemi.

“Prediksi UNFPA mengatakan, akan terjadi 13 juta perkawinan anak dalam rentang waktu tersebut,” ujarnya dalam diskusi bertajuk pendidikan hukum untuk penanganan kasus perkawinan anak secara daring, Jumat (24/7).

LihatJuga :

Di Tengah Hening Malam, Balangan Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT ke-81 RI

Sa’adati Harumkan Nama MA Ainul Amin, Lolos Paskibraka Kabupaten Balangan

BKMT Kotabaru Gelorakan Keteladanan Rasulullah, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Kotabaru Diterangi Pawai Obor, Pesan Perjuangan Pahlawan Kembali Menggema

Sementara itu Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Urusan Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru, Taufiqurrahman mengungkapkan, sejak bulan Januari hingga Bulan Juli Tahun 2020 di Kota Banjarbaru sendiri, belum terdata kasus perkawinan anak di bawah umur, lebih tepatnya di bawah 19 tahun.

Walaupun pada tahun sebelumnya, pihaknya berhasil merekapitulasi data sebanyak 9 pasangan di bawah umur terjadi pernikahan.

“Selama pihak pengadilan agama merekomendasikan terhadap pasangan pasangan dibawah umur tersebut ya tidak apa-apa,” terangnya kepada Redaksi8.com ketika ditemui di ruangannya, Senin (27/7).

Berdasarkan data yang dihimpun pewarta ini, ada sekitar 692 perkawinan usia normal selama 6 bulan di 5 Kantor Urusan Agama di Kota Banjarbaru, terhitung dari bulan Januari hingga Juni. Namun di tahun 2019 pada semester yang sama, dari Januari ke Juni tercatat ada sebanyak 1756 pasangan usia matang menikah.

“Memang tidak dipungkiri terjadi penurunan selama pandemi ini,” tutup Taufiq saapan akrabnya.

Selanjutnya Kepala Bidang Pencatatan Penduduk, Disdalduk, KB, PMP dan PA Kota Banjarbaru, Syaiful Anwar menerangkan, pemicu terjadinya perkawinan anak usia dini disebabkan oleh pergaulan yang bisa terbilang bebas. Dimana, saat ini pergaulan para anak lebih sering dihabiskan di depan android ketimbang bermain seperti anak pada zaman dulu.

“Kebanyakan anak sekarang diberi kebebasan oleh orang tuanya mengelola androidnya. Kita tidak tahu apa yang dia buka, apa yang ditontonnya. Apalagi yang bahaya itu kalau buka film-film porno, itu bisa jadi salah satu pemicu utama. Karena rasa ingin mencoba dan rasa ingin tahu,” jelasnya.

Padahal Ia menukas, dampak dari pernikahan dini pada pasangan tersebut berpengaruh dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial rumah tangganya.

“Yang ditakutkan itu misalnya janin si perempuannya yang belum matang, pendidikan yang belum begitu siap, ekonomi dan hubungan sosial antar anak muda ini kan seperti belum sepenuhnya mampu mengontrol emosi. Itu yang dikhawatirkan,” tukasnya.

“Aturan sekarang kan batasan minimal umur menikah itu paling muda di umur 19 tahun. Kita pun telah mengganti istilah pernikahan dini menjadi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP),” pungkasnya

Share27Tweet17Send

Related Posts

Haji Isam Dikabarkan Incar 62,2 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

Haji Isam Dikabarkan Incar 62,2 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

by angga sasmita
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL – Peta persaingan industri batu bara nasional berpotensi mengalami perubahan besar. Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad...

Dua Mahasiswi Farmasi ULM Sabet Juara 1 Poster Ilmiah Internasional

Dua Mahasiswi Farmasi ULM Sabet Juara 1 Poster Ilmiah Internasional

by Ramadhani MTD.
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dua mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Inatsa Dwi Tatsbita dan Aisyiyah Nurul Hidayat telah...

33 Pelajar Terbaik Banjarbaru Siap Kibarkan Merah Putih Usai Jalani Gemblengan Ketat

33 Pelajar Terbaik Banjarbaru Siap Kibarkan Merah Putih Usai Jalani Gemblengan Ketat

by Ramadhani MTD.
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Pola pelatihan ketat tanpa gawai dan steril dari kunjungan keluarga selama 20 hari berasrama menjadi kunci keberhasilan...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In