REDAKSI8.COM – Bulan suci Ramadhan tahun ini benar – benar beda. Pasalnya, bulan ramadhan tahun ini masih di “selimuti” pandemi Corona Virus Disaese 2019 (covid-19).
Beragam dampak dari wabah mendunia ini telah tampak di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Mulai dari hilangnya pekerjaan, sulitnya mencari mata pencaharian, hingga naiknya harga beberapa sembako di pasaran.
Namun, keteguhan hati dan mental masyarakat Indonesia menyikapi persoalan ini seperti tidak di ragukan lagi. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, segala macam upaya tetap di usahakan oleh segelintir warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Seperti yang dilakukan Ferdy (24), warga asli Semayap, Kota Baru yang saat ini tinggal di Kota berjuluk Serambi Mekkah, Kota Martapura.
Demi agar bisa berbuka puasa, Ferdy harus mencari ikan yang biasa dilakukannya di sekitaran Desa Tungkaran dan Bincau.
Ditengah kondisi seperti ini bagi Ferdy, pekerjaan dengan modal tipis namun menghasilkan ialah mencari ikan. Dimana dengan hanya merogoh kocek sebesar Rp. 7 Ribu sampai Rp. 10 Ribu, ia dan temannya memasrahkan pendapatannya di ujung kawat dan umpan yang dibelinya.
“Mencari pekerjaan dalam kondisi seperti ini seperti melawan arus. Orang yang sudah memiliki karir saja harus di rumahkan, saya boro-boro cari perkerjaan. Lebih baik mencari ikan,” terang Ferdy kepada pewarta, Kamis (7/5).

Saat ini, Ferdy tinggal senidirian disebuah kos-kosan di Kelurahan Sekumpul Pendidikan 7 Kampung Baru.
Pasca lulus dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kalimantan Selatan, Ferdy mengaku sudah semaksimal mungkin menggadaikan ijazahnya di perusahaan-perusahaan ternama, tapi hasilnya belum seperti yang diharapkan.
“Alhamdulillah biar tidak sebanyak orang orang, hasil pancingan kami masih bisa buat berbuka. Walaupun ikannya juga kecil-kecil,” tuturnya.
“Biasa yang menggigit ikan Nila dan Papuyu,” Sambung Ferdy.
Harapan Ferdy, kondisi seperti ini bisa secepatnya pulih. Apalagi menurutnya, para pengangguran seperti dirinya bisa sesegera mungkin mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Yang satu periode sama saya lulus kuliah ada sekitar ribuan sarjana. Apakah mereka semua mau jadi pencari ikan semua? atau malah tidak melakukan apa – apa?,” tukasnya.
“Bingung mau menyalahkan siapa. Pemerintah juga memiliki keterbatasan dana anggaran untuk rakyat. Banyak-banyak bersholawat, tawadhu dan tetap berusaha saja untuk melakukan yang terbaik,” pungkasnya



