REDAKSI8.COM, JAKARTA — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kalimantan dan Sumatera menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Senin (6/7/2026).
Aksi itu dilaksanakan lantaran menanggapi pemadaman yang kerap dilakukan PLN di kedua Pulau besar Kalimantan dan Sumatera.
Massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 150 orang itu terlihat membawa bendera merah putih dan berbagai spanduk berisi aspirasi serta kritik terhadap pengelolaan perusahaan listrik negara tersebut.
Sejumlah tuntutan diantaranya desakan penghentian pemadaman listrik bergilir di Kalimantan dan Sumatera.
Mereka menilai, hal itu merugikan masyarakat.
Pun massa meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran direksi PT PLN (Persero).
Selain itu, massa aksi turut mendesak Presiden Republik Indonesia untuk melakukan evaluasi dan pencopotan terhadap direksi PLN, serta meminta lembaga penegak hukum dan auditor negara seperti BPK, Polri dan Kejaksaan Agung untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan energi dan tata kelola perusahaan.
Isu lain yang disampaikan dalam aksi tersebut berkaitan dengan transparansi pengadaan dan distribusi batu bara serta sumber energi primer lain yang digunakan dalam operasional pembangkit listrik.
Massa aksi menilai perlu adanya audit ketat untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan, anggaran dan pelaksanaannya dalam operasional PLN sebagai BUMN yang melayani masyarakat.
Aksi berlangsung dengan orasi bergantian dari peserta menggunakan mobil komando yang telah disiapkan.
Suasana di lokasi sempat dipadati massa yang terus menyuarakan tuntutan mereka di sepanjang jalan depan kantor PLN.
Aksi massa Aliansi Pemuda Kalimantan dan Sumatera di Jakarta tersebut diakhiri dengan menyegel Kantor Pusat PLN.



