REDAKSI8.COM, BANJAR – Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengobatan ketika sakit datang. Pola makan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh sekaligus mendukung keberhasilan pengobatan.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Ratu Zalecha Martapura melalui edukasi gizi kepada pasien dan pengunjung di ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan, Senin (5/10/2026) pagi.

Edukasi kali ini disampaikan oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Banjarmasin dengan mengangkat dua topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni kepatuhan pengaturan makanan bagi penderita gagal ginjal serta penerapan gizi seimbang untuk menjaga kesehatan jantung.

Dalam materi mengenai gagal ginjal, peserta diajak memahami bahwa pengaturan makanan bukan berarti harus berhenti menikmati makanan, melainkan menyesuaikan jenis dan jumlah makanan dengan kondisi masing-masing pasien.

Pengaturan asupan protein, garam, cairan, kalium, hingga fosfor perlu dilakukan sesuai kondisi kesehatan, hasil pemeriksaan, serta anjuran tenaga kesehatan. Kepatuhan terhadap pola makan pun menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjaga kondisi tubuh dan mendukung proses pengobatan.

Sementara itu, pada materi kesehatan jantung, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan pola makan beragam dengan gizi seimbang. Masyarakat juga diingatkan untuk membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak, aktif bergerak, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ketua PKRS RSUD Ratu Zalecha Martapura, Dwi Retmasushanty Arsini, mengatakan edukasi gizi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatan melalui kebiasaan makan yang tepat.

“Kesehatan tidak hanya dijaga saat muncul keluhan. Kepatuhan terhadap pola makan dan penerapan gizi seimbang perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami kebutuhan tubuh, masyarakat dapat mengambil langkah sederhana untuk mencegah risiko penyakit dan menjaga kualitas hidup,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan yang diberikan di lingkungan rumah sakit diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Melalui kegiatan tersebut, RSUD Ratu Zalecha Martapura terus mendorong pasien dan masyarakat untuk semakin memahami bahwa makanan bukan hanya soal kenyang, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Dengan pengetahuan yang tepat mengenai kebutuhan gizi, masyarakat diharapkan dapat membangun kebiasaan makan yang lebih sehat, membantu mencegah risiko penyakit, serta mendukung keberhasilan pengobatan bagi mereka yang sedang menjalani perawatan.