REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada seluruh peserta, termasuk siswa yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan atau magang. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan kepada salah satu peserta yang mengalami kecelakaan kerja saat menjalani kegiatan magang.
Peserta tersebut adalah Marcell Deaxon Vernando, siswa SMK Tunas Bangsa yang sedang melaksanakan magang di Bengkel Berkah Bersama, Jalan Raya Batulicin Nomor 44.
Marcell mengalami kecelakaan kerja pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 19.00 WITA, saat menjalankan aktivitas magang. Akibat kejadian tersebut, Marcell mengalami lecet pada bagian wajah serta retak pada kaki yang memerlukan tindakan medis berupa pemasangan pen.
Perawatan dan pengobatan Marcell telah mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan. Setelah menjalani penanganan medis, peserta juga dijadwalkan untuk menjalani kontrol lanjutan pada bulan berikutnya guna memantau proses pemulihan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin, turut melakukan kunjungan kepada Marcell sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja.
“Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada peserta yang sedang menjalani proses pemulihan akibat kecelakaan kerja. Kami ingin memastikan peserta mendapatkan pelayanan dan perlindungan sesuai dengan ketentuan program JKK, termasuk dalam proses pengobatan dan pemantauan lanjutan,” ujar Vina.
Menurut Vina, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan juga penting bagi siswa yang sedang menjalani kegiatan magang karena dalam pelaksanaannya mereka turut melakukan aktivitas pekerjaan di lingkungan kerja.
“Anak-anak yang sedang melaksanakan magang juga perlu mendapatkan perlindungan ketika menjalankan aktivitas di tempat kerja. Risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja, sehingga perlindungan JKK menjadi bagian penting untuk memberikan rasa aman selama mereka mendapatkan pengalaman dan keterampilan di dunia kerja,” jelasnya.
Vina menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika peserta mengajukan klaim, tetapi juga berupaya memberikan perhatian selama peserta menjalani proses pemulihan.
“Kami berharap Marcell dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. Kami juga akan terus melakukan komunikasi dan memastikan proses pelayanan serta pengobatan berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Vina.
Ia mengapresiasi pihak SMK Tunas Bangsa dan tempat magang yang telah memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus memperhatikan aspek keselamatan selama pelaksanaan magang.
“Kami mengajak sekolah dan tempat kerja untuk bersama-sama memastikan aspek keselamatan dan perlindungan bagi siswa magang menjadi perhatian. Pengalaman bekerja di dunia industri tentu penting bagi siswa, namun keselamatan dan perlindungan mereka juga harus menjadi prioritas,” pungkas Vina.
Melalui kunjungan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada peserta, termasuk memastikan peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh perlindungan dan pendampingan selama proses pemulihan.
Peserta tersebut adalah Marcell Deaxon Vernando, siswa SMK Tunas Bangsa yang sedang melaksanakan magang di Bengkel Berkah Bersama, Jalan Raya Batulicin Nomor 44.
Marcell mengalami kecelakaan kerja pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 19.00 WITA, saat menjalankan aktivitas magang. Akibat kejadian tersebut, Marcell mengalami lecet pada bagian wajah serta retak pada kaki yang memerlukan tindakan medis berupa pemasangan pen.
Perawatan dan pengobatan Marcell telah mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan. Setelah menjalani penanganan medis, peserta juga dijadwalkan untuk menjalani kontrol lanjutan pada bulan berikutnya guna memantau proses pemulihan.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin, turut melakukan kunjungan kepada Marcell sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja.
“Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada peserta yang sedang menjalani proses pemulihan akibat kecelakaan kerja. Kami ingin memastikan peserta mendapatkan pelayanan dan perlindungan sesuai dengan ketentuan program JKK, termasuk dalam proses pengobatan dan pemantauan lanjutan,” ujar Vina.
Menurut Vina, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan juga penting bagi siswa yang sedang menjalani kegiatan magang karena dalam pelaksanaannya mereka turut melakukan aktivitas pekerjaan di lingkungan kerja.
“Anak-anak yang sedang melaksanakan magang juga perlu mendapatkan perlindungan ketika menjalankan aktivitas di tempat kerja. Risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja, sehingga perlindungan JKK menjadi bagian penting untuk memberikan rasa aman selama mereka mendapatkan pengalaman dan keterampilan di dunia kerja,” jelasnya.
Vina menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika peserta mengajukan klaim, tetapi juga berupaya memberikan perhatian selama peserta menjalani proses pemulihan.
“Kami berharap Marcell dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. Kami juga akan terus melakukan komunikasi dan memastikan proses pelayanan serta pengobatan berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Vina.
Ia mengapresiasi pihak SMK Tunas Bangsa dan tempat magang yang telah memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus memperhatikan aspek keselamatan selama pelaksanaan magang.
“Kami mengajak sekolah dan tempat kerja untuk bersama-sama memastikan aspek keselamatan dan perlindungan bagi siswa magang menjadi perhatian. Pengalaman bekerja di dunia industri tentu penting bagi siswa, namun keselamatan dan perlindungan mereka juga harus menjadi prioritas,” pungkas Vina.
Melalui kunjungan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada peserta, termasuk memastikan peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh perlindungan dan pendampingan selama proses pemulihan.
