REDAKSI8.COM – Berkaca pada peristiwa membeludaknya wisatawan di Pelabuhan Riam Kanan, Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar di akhir bulan Mei kemarin, sempat membuat heboh sosial media.
Dikabarkan, kejadian terjadi pasca berakhirnya masa Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Para wisatawan yang memenuhi kawasan pelabuhan menurut M. Ikhsanul Hakim, salah seorang pengelola keramba jaring apung di wilayah Waduk Riam Kanan itu dalam rangka memancing.
“Kata orang yang bekerja di tempat saya mereka semua datang ke waduk untuk memancing ikan,” terangnya melalui sambungan whatsapp, Minggu (31/5).
Dari peristiwa itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) Kota Banjarbaru, Hidayaturahman menegaskan, seluruh sarana hiburan tempat dan aktivitas seperti olahraga dan destinasi wisata di Kota Banjarbaru belum dibuka, hanya rumah makan saja yang sementara sudah dapat melakukan pelayanan makan ditempat.
“Sebelumnya aktivitas rumah makan hanya kita izinkan melakukan give away. Sekarang di masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sudah boleh makan di tempat secara langsung, tapi dibatasi hanya boleh 2 sampai 4 orang dalam satu meja serta berjarak,” jelasnya kepada pewarta ketika ditemui di Kantornya, Rabu (3/6).
“Pelayan di rumah makan itu juga harus tetap menggunakan masker dan sarung tangan. Lalu menyediakan tempat pencucian tangan, handsanitaizer serta melaksanakan penyemprotan secara berkala di rumah makan masing-masing. Waktu tutupnya pun sudah dilonggarkan dari jam 8 malam menjadi jam 10 malam,” sambung pria yang akrab disapa Dayat.

Ia menghibau kepada seluruh masyarakat, untuk berwisata dan mendatangi tempat hiburan di Kota Banjarbaru sementara di tahan dulu. Karena sampai saat ini, belum dikeluarkan peraturan mengenai pembukaan tempat-tempat tersebut.
Pihaknya juga sudah berkeliling mendatangi forum RT/RW di beberapa Kelurahan yang memiliki lokasi destinasi wisata.
Tujuannya, untuk bekerjasama kepada pihak RT/RW supaya ikut andil menghimbau dan membantu memantau kondisi tempat hiburan atau wisata jika terjadi kerumunan masyarakat,” bebernya.
Diketahui, beberapa lokasi hiburan, sarana olahraga dan wisata yang biasa banyak ditemui berkumpulnya masyarakat ialah di Lapangan Murjani, Minggu Raya, Taman Pintar dan Kolam Renang Idaman.
“Sarana Gedung Olahraga Rudi Resnawan pun kita tutup. Memang di hari biasa tempat itu disewakan untuk keperluan kegiatan olahraga,” tukasnya.
“Hingga saat ini pemasukan di sektor pariwisata menurun, tapi demi kemaslahatan orang banyak kenapa tidak,” pungkasnya.



