REDAKSI8.COM – Beginilah suasana yang kental akan seni budaya lokal, saat Sanggar Ar-Rumi merayakan hari lahirnya yang ke 15, di halaman kampus Institut Agama Islam Darussalam Martapura, baru-baru tadi.
Sanggar Ar-Rumi yang dikenal sebagai sanggar yang mengutamakan seni budaya lokal, menghibur para penonton yang hadir pada acara puncak peringatan Hari Lahir Sanggar Ar-Rumi ke 15 ini, dengan pertunjukan Gelar Sastra Tarian Darah karya Burhanuddin Soebly dan teater japin carita ”Pilbakal Kampung Palengkungan” karya Hadani Had. Dan berbagai pertunjukan seni lainnya.
Pada pertunjukan sastra Tarian Darah mengisahkan tentang seorang terpidana mati yang mana dirinya dianggap sebagai teroris.
Pada saat hari eksekusi tiba, ia menghilang lalu mikraj ke nun.
Sedangkan teater japin carita ”Pilbakal Kampung Palengkongan”, menceritakan tentang Kampung Palengkongan dimana kampung tersebut ada pemilihan pembakal.
Pilbakal ini hanya diikuti oleh 2 orang ternama di Kampung Palengkongan, yaitu Bos Banih dan Bos Baras. Teater ini dikemas dengan komedi yang lucu sehingga para penonton tertawa di buatnya.
Beberapa hari sebelumnya, peringatan hari lahir Sanggar Ar-Rumi ini dimeriahkan dengan Festival Madihin se Kalimantan Selatan yang bertempat di Q Mall Banjarbaru, yang bertujuan untuk mencetak seniman muda madihin yang baru, dan juga untuk tetap melestarikan budaya lokal Kalimantan Selatan.
Pada acar puncak Harlah Arumi kali ini Pentas kesenian budaya daerah lokal juga dikolaborasikan dengan seni modern. Yaitu menampilkan kesenian madihin dengan aransment music beatbox.


