Minggu, 9 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Topeng Srikandi Lahir dari Kegelisahan Regenerasi Topeng Banjar

Irma Dahliana by Irma Dahliana
21 Juni 2026
A A
Topeng Srikandi Lahir dari Kegelisahan Regenerasi Topeng Banjar

Kesenian Topeng Banjar yang berkembang di Barikin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/6/26). Foto: MV Kalsel

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Kesenian Topeng Banjar yang berkembang di Barikin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), selama ini dikenal sebagai warisan budaya yang sakral dan terikat kuat dengan aturan adat.

Namun, keterbatasan ruang pertunjukan serta pola pewarisan yang hanya dilakukan kepada keturunan tertentu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan kesenian.

Kegelisahan itulah mendorong seniman tari Kalimantan Selatan (Kalsel), Lupi Anderiani, menciptakan Tari Topeng Srikandi.

Dimana karya itu akan dikembangkan sebagai bentuk pengenalan Topeng Banjar kepada masyarakat yang lebih luas tanpa mengubah atau mengganggu pakem Topeng Panji yang selama ini dijaga oleh masyarakat adat.

LihatJuga :

Karhutla Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan, Dishut Kalsel Kerahkan Water Bombing

Taksyin Baskoro Soroti Sengketa Lahan Nana, Siap Kawal Hingga RDP

Sengketa Lahan Nana Picu Trauma Anak, Emi Lasari Pastikan Pendampingan Psikolog

Laskar Antasari ‘Panaskan Mesin’ di Mahligai Pancasila, Siap Tatap Musim Baru

Menurut Lupi, Topeng Banjar di Barikin memiliki posisi khusus karena erat kaitannya dengan tradisi, ritual adat, hingga kegiatan pengobatan tradisional.

“Topeng Banjar di Barikin memiliki pakem Panji yang sangat disakralkan oleh masyarakat setempat. Regenerasinya cukup rumit karena hanya diturunkan kepada zuriat atau keturunan. Selain itu, pertunjukannya juga terbatas pada kegiatan adat dan ritual tertentu,” ujarnya dalam Sarasehan Tari Topeng Srikandi di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (20/6/26).

Kondisi tersebut membuat dirinya memikirkan cara agar Topeng Banjar tetap bisa dikenal oleh generasi muda tanpa harus mengubah nilai-nilai yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pemilihan tokoh Srikandi juga dari kisah Mahabharata sebagai dasar pengembangan karya.

Dalam tradisi Mahabharata, menurutnya, terdapat ruang kreativitas yang lebih luas melalui konsep pengembangan cerita tanpa menghilangkan tokoh utama yang sudah ada.

Sebelum menciptakan karyanya, Lupi telah melakukan berbagai pendekatan kepada tokoh adat dan pelaku seni sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang berlaku.

“Pertama kami melakukan pendekatan kepada tokoh adat dan meminta pendapat apakah memungkinkan membuat topeng baru di luar pakem Panji. Salah satu yang memberikan izin adalah almarhum Dalang Dimansyah,” ungkapnya.

Pada proses kreatifnya, visual tokoh Srikandi dirancang dengan mengacu pada karakter Srikandi dalam Wayang Kulit Banjar.

Meski demikian, karya tersebut masih terus dikembangkan dan terbuka terhadap berbagai masukan dari para pelaku seni maupun tokoh adat.

“Tujuan kami bukan mengubah atau mencederai tradisi yang ada, tetapi mencari ruang agar Topeng Banjar tetap hidup, dikenal, dan berkembang di tengah masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Dosen Universitas Lambung Mangkurat, Setia Budhi menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan seni, tetapi juga perlu diperkuat dengan penelitian dan dokumentasi.

“Dari sisi akademisi, perlu diperbanyak penelitian, dokumentasi, dan pengabdian masyarakat agar Topeng Banjar tidak hanya dikenal sebagai bagian dari panggung pertunjukan, tetapi juga dapat dipelajari sebagai ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sebab, katanya Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang masih sangat terbuka untuk diteliti. Karena itu, mahasiswa dan dosen didorong lebih aktif melakukan kajian mengenai Topeng Banjar.

Selain penelitian, ia juga menyoroti minimnya literatur yang membahas Topeng Banjar secara khusus.

“Kehadiran buku, hasil penelitian, dan dokumentasi ilmiah dinilai penting sebagai rujukan akademik sekaligus mendukung kebijakan pelestarian budaya daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.

Share26Tweet16Send

Related Posts

Karhutla Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan, Dishut Kalsel Kerahkan Water Bombing

Karhutla Tahura Sultan Adam Berhasil Dipadamkan, Dishut Kalsel Kerahkan Water Bombing

by Irma Dahliana
9 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Desa Awang...

Taksyin Baskoro Soroti Sengketa Lahan Nana, Siap Kawal Hingga RDP

Taksyin Baskoro Soroti Sengketa Lahan Nana, Siap Kawal Hingga RDP

by Irma Dahliana
9 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Sengketa lahan yang dihadapi Nana (32), warga Jalan Tambak Langsat, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru,...

Sengketa Lahan Nana Picu Trauma Anak, Emi Lasari Pastikan Pendampingan Psikolog

Sengketa Lahan Nana Picu Trauma Anak, Emi Lasari Pastikan Pendampingan Psikolog

by Irma Dahliana
9 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Komisi II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru, Emi Lasari, menyiapkan pendampingan psikologis untuk kedua anak...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In