REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bersama Itjen Angkatan Darat (Itjenad) melakukan kegiatan pengawalan dan pendampingan terhadap program Optimalisasi Lahan (Oplah) di wilayah Kodim 1006/Banjar pada 7–8 Oktober 2025.
Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Joni Pardede, S.Sos., M.M., selaku Ketua Tim Pengawas. Ia menegaskan bahwa sinergi antara Kementan dan TNI AD merupakan langkah nyata dalam memastikan program pemerintah di sektor pertanian berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh tahapan program Optimalisasi Lahan, mulai dari penyiapan lahan hingga pemanfaatan hasil, benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat tani,” ujar Brigjen Joni Pardede.
Dalam agenda tersebut, tim melakukan pengecekan dan evaluasi langsung di dua wilayah kerja, yakni Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Di Kabupaten Banjar, program Oplah menyasar 8 kecamatan dan 64 desa dengan total luas lahan mencapai 7.760,94 hektare. Sedangkan di Kota Banjarbaru, kegiatan serupa difokuskan pada 1 kecamatan dan 1 kelurahan dengan total luas 88 hektare.
Selain meninjau kondisi lahan, tim juga berdialog dengan petani, penyuluh pertanian, dan aparat TNI yang terlibat dalam pengawasan kegiatan di lapangan. Mereka menilai bahwa dukungan aktif TNI melalui Kodim 1006/Banjar sangat berperan penting dalam menjaga keberlanjutan dan efektivitas program Oplah.
Komandan Kodim 1006/Banjar menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penuh program nasional ini melalui pendampingan teknis di lapangan. Melalui sinergi lintas sektor antara TNI, Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan pemerintah desa, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif.
Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas membantu petani dalam proses pengolahan lahan, tetapi juga memastikan tata kelola pertanian dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penggunaan pupuk, irigasi, dan pengendalian hama.
“Optimalisasi lahan bukan hanya soal menanam, tapi juga bagaimana memastikan hasil panen dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah,” ujar salah satu perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
Kegiatan pengawalan yang dilaksanakan bersama Itjen Kementan dan Itjenad ini menjadi bukti nyata bahwa pengawasan dan sinergi lintas lembaga sangat diperlukan untuk mendukung target pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Dengan adanya pendampingan intensif dari aparat TNI dan instansi teknis terkait, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru diharapkan dapat menjadi contoh wilayah pertanian tangguh dan mandiri di Kalimantan Selatan.
Tingkatkan Kompetensi SDM, PT AM Bersujud Gelar Bimtek Operator IPA
REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU — PT Air Minum (AM) Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu terus berkomitmen memperkuat kualitas pelayanan air bersih kepada...



