REDAKSI8.COM, KOTABARU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan memastikan ketersediaan stok obat-obatan esensial bagi masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi sepanjang tahun 2026.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Kotabaru, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kotabaru, Akhmad Saleh mengatakan, manajemen rantai pasok obat di awal tahun berjalan sesuai perencanaan, meskipun distribusi ke wilayah terpencil memerlukan perhatian khusus.
“Kami terus melakukan distribusi secara berkala untuk mencegah terjadinya kekosongan obat di tingkat Puskesmas. Ketersediaan obat esensial dan bahan medis habis pakai (BMHP) untuk tahun 2026 kami pastikan dalam kondisi aman,” ujar Akhmad Saleh, Rabu (4/2/2026).
Dirinya berkomitmen untuk memastikan seluruh wilayah termasuk yang sulit dijangkau tetap mendapatkan pasokan obat yang memadai, supaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terhambat.
Selain fokus pada ketersediaan obat, Dinkes Kotabaru memperkuat pengawasan terhadap sarana kefarmasian seperti apotek dan toko obat.
Demi memastikan seluruh produk yang beredar memiliki izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta memenuhi standar mutu dan keamanan.
Penguatan sektor kefarmasian tidak hanya menyangkut stok obat, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada pasien, pemerataan distribusi hingga wilayah terpencil, serta peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian.
“Kami juga mendorong profesionalisme tenaga farmasi serta kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat untuk mendukung program kesehatan daerah dan nasional, seperti penurunan penyakit menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh upaya tersebut dapat menjadi pilar penting dalam mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru di bidang kesehatan.
“Kami ingin memastikan ketersediaan obat yang merata, pengawasan mutu yang ketat, serta sinergi lintas sektor yang solid demi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Kotabaru,” pungkasnya.



