REDAKSI8.COM, KOTABARU – Di tengah kesibukan rutinitas pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru menunjukkan wajah humanisnya dengan menyalurkan 20 paket bantuan sosial (bansos) bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan warga sekitar, Jumat (15/8/2025).
Bukan sekadar seremonial, pembagian dilakukan door to door langsung ke rumah penerima. Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, memimpin sendiri rombongan petugas, memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Setiap paket berisi bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan kebutuhan pangan lainnya. Langkah ini, kata Doni, merupakan wujud nyata kepedulian Lapas terhadap masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Lapas dirasakan positif oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tapi juga bagian dari solusi sosial,” ujarnya dengan senyum hangat.
Kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Warga penerima tampak tersenyum lega, menyambut bantuan yang bagi sebagian besar dari mereka menjadi napas tambahan di tengah tekanan ekonomi.
Program bansos ini menjadi implementasi nyata konsep Pemasyarakatan yang humanis, di mana lembaga tidak sekadar mengurusi narapidana, tetapi juga menjalin silaturahmi dan mendukung keluarga mereka agar tetap bertahan di tengah tantangan hidup.
Bukan sekadar seremonial, pembagian dilakukan door to door langsung ke rumah penerima. Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, memimpin sendiri rombongan petugas, memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Setiap paket berisi bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan kebutuhan pangan lainnya. Langkah ini, kata Doni, merupakan wujud nyata kepedulian Lapas terhadap masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Lapas dirasakan positif oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tapi juga bagian dari solusi sosial,” ujarnya dengan senyum hangat.
Kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Warga penerima tampak tersenyum lega, menyambut bantuan yang bagi sebagian besar dari mereka menjadi napas tambahan di tengah tekanan ekonomi.
Program bansos ini menjadi implementasi nyata konsep Pemasyarakatan yang humanis, di mana lembaga tidak sekadar mengurusi narapidana, tetapi juga menjalin silaturahmi dan mendukung keluarga mereka agar tetap bertahan di tengah tantangan hidup.



