REDAKSI8.COM, BANJAR — Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan sarana budidaya ikan papuyu kepada kelompok pembudidaya ikan di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan lokal.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, S.Pi., M.Si., didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Bandi Chairullah, S.Pi., M.S.


Bantuan disalurkan kepada kelompok pembudidaya yang berada di Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura; Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat; Desa Sungai Tandipah, Kecamatan Sungai Tabuk; serta Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar.
Secara keseluruhan, terdapat 10 kelompok penerima bantuan yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Banjar.
Setiap kelompok mendapatkan 6.000 ekor bibit ikan papuyu yang ditempatkan pada lima kolam, dengan kapasitas masing-masing kolam sebanyak 1.200 ekor.
Selain bibit, pemerintah daerah juga memberikan sarana pendukung budidaya berupa kolam bioflok bundar berdiameter tiga meter, 40 sak pakan ikan, pranet, baskom, vitamin atau obat-obatan ikan, alat pengukur pH air, alat pengukur suhu air, serok ikan, serta sejumlah perlengkapan budidaya lainnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, budidaya ikan papuyu diharapkan tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan kemandirian kelompok pembudidaya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari proyek perubahan Papuyu Smart, yang mengusung konsep sinergi, modern, adaptif, resilien, dan terintegrasi.

“Harapan kami kegiatan ini bisa berkembang, bukan hanya di kelompok ini, tetapi juga kelompok-kelompok lain. Dari hulu sampai hilir, budidaya papuyu bisa berjalan dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sipliansyah.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki target untuk mendorong Kabupaten Banjar menjadi salah satu sentra produksi ikan papuyu terbesar di Kalimantan Selatan, bahkan di Kalimantan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banjar M. Zaini mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan.
Ia menyebut bantuan untuk kelompok Berkat Maju Bersama di Desa Simpang Empat antara lain berupa 6.000 bibit papuyu, 40 sak pakan, serta berbagai perlengkapan pendukung.
Zaini mengatakan, bantuan tersebut juga merupakan aspirasi masyarakat yang diharapkan mampu mendorong pengembangan ikan papuyu sebagai komoditas ikan lokal unggulan Kabupaten Banjar.
“Harapannya usaha ini terus berlanjut, menghasilkan, dan bisa menopang ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat Kabupaten Banjar. Papuyu ini merupakan ikan lokal andalan kita,” katanya.
Dengan adanya bantuan tersebut, kelompok pembudidaya diharapkan mampu mengoptimalkan sarana yang diberikan hingga menghasilkan produksi secara berkelanjutan. Ke depan, kelompok juga diharapkan dapat berkembang menjadi pembudidaya yang mandiri sehingga mampu memenuhi kebutuhan bibit, pakan, hingga sarana produksi secara bertahap.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap pengembangan budidaya papuyu tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.



