REDAKSI8.COM, BANJAR -Semangat pemuda dalam mengembangkan potensi ekonomi desa terus mendapat ruang di Desa Jawa Laut. Salah satunya melalui Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Borneo Aquaculture yang menerima bantuan sebanyak 6.000 bibit ikan papuyu untuk dikembangkan melalui kegiatan budidaya perikanan, Selasa (25/8/2026).
Penyerahan bibit ikan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong sektor perikanan sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif bagi pemuda dan masyarakat Desa Jawa Laut.


Bibit ikan papuyu diterima langsung oleh Ketua Pokdakan Borneo Aquaculture, Muhammad Arsyad Al Asyarie, S.H., dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Sipliansyah Hartani, S.Pi., M.Si. Penyerahan turut didampingi Kepala Desa Jawa Laut, Ibnu Hanafi, S.H.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari rekan-rekan IPNU Kabupaten Banjar yang ikut terlibat dalam proses pengembangan dan pengelolaan budidaya ikan.
Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa keterlibatan pemuda tidak hanya berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan produktif yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Muhammad Arsyad Al Asyarie bukan sosok baru dalam kegiatan kepemudaan. Selain dipercaya sebagai Ketua Forum Pemuda Desa Jawa Laut, ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Banjar periode 2024–2026.
Pengalaman berorganisasi tersebut kini diarahkan untuk mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Borneo Aquaculture.
Menurut Arsyad, keberadaan kelompok pembudidaya ikan ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk menghasilkan ikan konsumsi, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar dan berusaha bagi pemuda desa.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima 6.000 bibit ikan papuyu. Tentunya ini menjadi amanah sekaligus peluang bagi kami untuk mengembangkan kegiatan budidaya ikan di Desa Jawa Laut,” ujar Arsyad.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Pemerintah Desa Jawa Laut, serta rekan-rekan IPNU Kabupaten Banjar yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Arsyad menilai keterlibatan pemuda dalam sektor ekonomi produktif menjadi hal penting di tengah upaya desa mengembangkan potensi lokal.
Baginya, semangat kepemudaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan organisasi. Lebih dari itu, pemuda harus mampu menghadirkan karya yang memberikan manfaat dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ikan papuyu atau ikan betok merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang dikenal masyarakat Kalimantan Selatan. Pengembangan budidayanya dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Karena itu, 6.000 bibit yang diterima Borneo Aquaculture menjadi modal awal untuk mengembangkan kegiatan budidaya sekaligus membangun pengalaman pemuda dalam mengelola usaha perikanan.
Tidak hanya berorientasi pada hasil panen, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa.
Kepala Desa Jawa Laut, Ibnu Hanafi, S.H., turut memberikan dukungan terhadap pengembangan budidaya ikan yang dilakukan Borneo Aquaculture.
Sinergi antara pemerintah desa, dinas terkait, kelompok pembudidaya, serta organisasi kepemudaan dinilai menjadi faktor penting agar potensi perikanan di Desa Jawa Laut dapat dikembangkan secara optimal.
Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan dukungan berbagai pihak, Borneo Aquaculture diharapkan mampu berkembang menjadi kelompok pembudidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bahwa pemuda desa mampu mengambil peran dalam mengelola potensi lokal, menciptakan kegiatan ekonomi produktif, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan desa.
Dari organisasi menuju pemberdayaan. Dari pemuda, lahir karya untuk masyarakat dan desa.



