Senin, 24 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Karhutla Masih Mengancam, Menteri LH Soroti Dampak Asap hingga Aktivitas Warga

Irma Dahliana by Irma Dahliana
24 Agustus 2026
A A
Karhutla Masih Mengancam, Menteri LH Soroti Dampak Asap hingga Aktivitas Warga

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat serahkan bantuan kepada masyarakat, Senin (24/8/26). Foto: Irma/Redaksi8.com

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, Pemerintah bersama Pemerintah Daerah, BNPB, kementerian dan lembaga, TNI, Polri hingga masyarakat terus melakukan penanganan secara bersama-sama.

“Pertama yang kita lakukan mengatasi hal seperti ini adalah memastikan pemadaman api dulu, itu pasti. Jadi sekarang semua bekerja keras, berkolaborasi masyarakat, Pemerintah, Pemerintah Daerah, BNPB, Kementerian dan lembaga, TNI, Polri, semua bergotong royong memastikan supaya api itu mati,” ujarnya, Senin (24/8/26).

Menurutnya, penanganan juga tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan, tetapi ahan yang telah terbakar perlu tetap dibasahi untuk mencegah munculnya kembali titik api.

LihatJuga :

11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Kuat dalam Kasus Karhutla

Dampingi Menteri LH Tinjau Karhutla, Wali Kota Lisa Halaby Maksimalkan Sumur Bor dan Hidran

Belum Ada Awan Potensial, BPBD Kalsel Tunda Pelaksanaan OMC

Sehari Usai Arahan Prabowo, Kodam Tambun Bungai Bergerak Percepat Penanganan Karhutla

“Setelah mati, dipastikan harus tetap basah. Nah, salah satu kendala yang sering ditemukan adalah air yang susah,” katanya.

Di sisi lain, Jumhur menilai dampak asap terhadap masyarakat juga perlu menjadi perhatian.

Oleh karena itu, Pemerintah melalui sektor kesehatan turut melakukan langkah pencegahan agar gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat ditekan.

“Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan sebagainya juga bergotong royong memastikan agar penyakit-penyakit yang timbul dari asap ini bisa dikurangi secara serius, signifikan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga Jalan Kurnia Ujung, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Nami Purwadewi mengatakan, kebakaran hampir selalu terjadi setiap musim kemarau dan tahun ini berlangsung cukup lama.

“Sering, ya begini setiap tahun, tiap kemarau. Pasti kebakar gitu, kemudian jadinya asap tebal apalagi kalau subuh sampai pagi,” ucapnya.

Ia yang sehari-harinya bekerja sebagai petani sayur dan mengelola kebun mengaku asap membuat aktivitas pekerjaannya ikut terganggu karena kesehatannya menurun.

“Ya terganggu, sehari-hari bekerja sebagai petani sayur dan kebun, karena asap dan kebakaran lahan ini jadi tidak stabil bekerjanya, beberapa minggu ini sudah batuk dan sesak nafas,” ungkapnya.

Sementara kebakaran lokasi kerjadi cukup dekat dengan lahan yang dikelolanya, bahkan sebagian area di sekitar kebun ikut terbakar, meski tidak seluruh lahannya terdampak.

“Ya sebelah-sebelah aja yang kebakaran belakang. sebenarnya rada takut juga soalnya lahan nya dekat kebun kami,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, warga katanya juga masih turut melakukan penanganan secara mandiri ketika terjadi kebakaran di sekitar lingkungan mereka.

“Disini warganya bergotong royong untuk melakukan pemadaman api soalnya harus cepat ditangani biar tidak melebar,” pungkasnya.

Share26Tweet16Send

Related Posts

11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Kuat dalam Kasus Karhutla

11 Perusahaan di Kalsel Terindikasi Kuat dalam Kasus Karhutla

by Irma Dahliana
24 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Pemerintah mulai menelusuri pihak-pihak yang dinilai berkontribusi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah...

Dampingi Menteri LH Tinjau Karhutla, Wali Kota Lisa Halaby Maksimalkan Sumur Bor dan Hidran

Dampingi Menteri LH Tinjau Karhutla, Wali Kota Lisa Halaby Maksimalkan Sumur Bor dan Hidran

by Ramadhani MTD.
24 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bergerak cepat memperkuat strategi ketersediaan air guna mengantisipasi ancaman puncak...

Belum Ada Awan Potensial, BPBD Kalsel Tunda Pelaksanaan OMC

Belum Ada Awan Potensial, BPBD Kalsel Tunda Pelaksanaan OMC

by Irma Dahliana
24 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, KALSEL - Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum bisa kembali digelar karena kondisi awan yang...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In