REDAKSI8.COM, TAPTENG – Pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, sejumlah sekolah terdampak dan belum dapat digunakan. Banyak siswa kehilangan perlengkapan belajar, namun harapan untuk tetap bersekolah tidak padam.
Memasuki masa pemulihan, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH bergerak cepat memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Selasa (6/1/2025)
Masinton Pasaribu didampingi Plt Ketua PDIP Tapteng Sarma Hutajulu langsung meninjau Sekolah Darurat Bencana di Posko Pengungsian Terpadu Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah.
Di hadapan para siswa, Bupati Tapteng menyapa dengan hangat, memberi semangat, dan menghadirkan suasana ceria agar anak-anak tetap termotivasi meski belajar di tengah keterbatasan. Tas sekolah, buku, dan alat tulis dibagikan untuk menggantikan perlengkapan yang hilang akibat bencana.
“Tetap semangat ya anak-anak. Sekolah kalian tetap menjadi perhatian kami,” ujar Bupati Masinton.
Proses belajar mengajar pascabencana dilakukan dengan pendekatan pembelajaran menyenangkan, trauma healing, serta dukungan psikososial guna memulihkan kondisi mental anak-anak. Untuk sekolah yang masih terisolasi, seperti SD Sigiring-giring dan SD Hutanabolon 3, kegiatan belajar dilaksanakan di tenda darurat yang disiapkan pemerintah.
Meski sederhana, aktivitas belajar tetap berjalan. Sementara itu, Pemkab Tapteng terus melakukan pembersihan ruang-ruang kelas agar sekolah dapat segera kembali digunakan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga meninjau pelayanan kesehatan di posko pengungsian. Kehadiran pemerintah di tengah para penyintas menjadi penguat, bahwa anak-anak Tapanuli Tengah tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit ini.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Boy Rahman Hasibuan, Camat Badiri Saufi Ahmad Pasaribu, Plt Ketua PDIP Tapteng Sarma Hutajulu, serta relawan DPP PDIP.
Memasuki masa pemulihan, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH bergerak cepat memastikan pendidikan anak-anak tetap berjalan. Selasa (6/1/2025)
Masinton Pasaribu didampingi Plt Ketua PDIP Tapteng Sarma Hutajulu langsung meninjau Sekolah Darurat Bencana di Posko Pengungsian Terpadu Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah.
Di hadapan para siswa, Bupati Tapteng menyapa dengan hangat, memberi semangat, dan menghadirkan suasana ceria agar anak-anak tetap termotivasi meski belajar di tengah keterbatasan. Tas sekolah, buku, dan alat tulis dibagikan untuk menggantikan perlengkapan yang hilang akibat bencana.
“Tetap semangat ya anak-anak. Sekolah kalian tetap menjadi perhatian kami,” ujar Bupati Masinton.
Proses belajar mengajar pascabencana dilakukan dengan pendekatan pembelajaran menyenangkan, trauma healing, serta dukungan psikososial guna memulihkan kondisi mental anak-anak. Untuk sekolah yang masih terisolasi, seperti SD Sigiring-giring dan SD Hutanabolon 3, kegiatan belajar dilaksanakan di tenda darurat yang disiapkan pemerintah.
Meski sederhana, aktivitas belajar tetap berjalan. Sementara itu, Pemkab Tapteng terus melakukan pembersihan ruang-ruang kelas agar sekolah dapat segera kembali digunakan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga meninjau pelayanan kesehatan di posko pengungsian. Kehadiran pemerintah di tengah para penyintas menjadi penguat, bahwa anak-anak Tapanuli Tengah tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit ini.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Boy Rahman Hasibuan, Camat Badiri Saufi Ahmad Pasaribu, Plt Ketua PDIP Tapteng Sarma Hutajulu, serta relawan DPP PDIP.



