REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Batulicin terus memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan di sektor transportasi.
Kali ini, sebanyak 250 pengemudi ojek online maupun offline yang tergabung dalam Komunitas Serikat Pekerja Ojek Nusantara (SPION) Kabupaten Tanah Bumbu mendapatkan edukasi langsung terkait pentingnya perlindungan ketenagakerjaan.


Kegiatan bertajuk Sosialisasi dan Rekonsiliasi Kepesertaan Ojek Online Komunitas SPION Tanah Bumbu tersebut digelar di Base Camp SPION, Jalan Inspektur Gubernur, Kampung Baru, pada Rabu (12/8/2026) lalu.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin, menegaskan bahwa profesi pengemudi ojek memiliki tingkat mobilitas dan risiko kerja yang cukup tinggi di jalan raya. Oleh karena itu, jaminan keselamatan kerja menjadi kebutuhan krusial, bukan sekadar pilihan.
“Pekerja ojek memiliki aktivitas dominan di jalan raya. Risiko kecelakaan kerja tentu menjadi hal utama yang harus diantisipasi. Kami hadir untuk memastikan seluruh anggota SPION memahami manfaat program sekaligus prosedur klaim jika terjadi risiko,” ujar Vina dalam keterangannya pada selasa (18/8/2026).
Guna mendorong kepesertaan aktif di sektor informal, Vina membeberkan bahwa pemerintah saat ini memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).
Khusus sektor transportasi, stimulus keringanan iuran ini berlaku sejak Januari 2026 hingga Maret 2027. Sementara untuk sektor BPU lainnya berlaku pada periode April hingga Desember 2026.
Dengan diskon tersebut, para pengemudi ojek cukup membayar iuran perlindungan JKK dan JKM mulai dari Rp8.400 per bulan.
“Ini momentum yang sangat baik. Dengan iuran yang jauh lebih terjangkau, pekerja sudah bisa mendapatkan perlindungan optimal. Harapan kami, ketika risiko terjadi, keluarga yang ditinggalkan tidak dibiarkan menghadapi dampak finansialnya seorang diri,” imbuhnya.
Selain pendaftaran baru, kegiatan ini juga memfokuskan pada pembaruan data (rekonsiliasi) agar kepesertaan anggota tetap aktif dan valid.
Di sisi lain, Ketua SPION Tanah Bumbu, Suriyani, menyambut hangat inisiatif edukasi dan rekonsiliasi data dari BPJS Ketenagakerjaan Batulicin.
Ia menilai informasi terkait tata cara klaim dan manfaat program sangat dibutuhkan oleh para anggotanya.
“Anggota kami tiap hari di jalan, risikonya besar. Kami sangat mengapresiasi sosialisasi ini karena anggota jadi tahu cara mengajukan klaim dan hak-hak yang mereka dapatkan. Kami akan terus mendorong anggota, baik online maupun offline, untuk memastikan kepesertaan mereka tetap aktif,” ungkap Suriyani.
Ia pun berharap kemitraan antara SPION dan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus berjalan berkesinambungan melalui pendampingan berkala, sehingga para pengemudi di Tanah Bumbu dapat bekerja dengan rasa aman dan tenang.



