REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tren mengenakan pakaian pakaian adat bernuansa merah putih ikut mendongkrak bisnis penyewaan busana di Kota Banjarbaru.
Sejak awal Agustus 2026, permintaan meningkat hingga 80 persen dibandingkan hari biasa.


Pengusaha penyewaan baju, Dina Muliana mengatakan, busana adat dengan kombinasi warna merah putih banyak dicari masyarakat untuk berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan.
“Sejak awal Agustus permintaan sudah meningkat sekitar 80 persen dibanding hari biasa. Paling banyak yang dicari itu baju adat Dayak dan Melayu yang dipadukan dengan warna merah putih,” ujarnya, Rabu (19/8/26).
Menurutnya, pakaian adat banyak disewa untuk kebutuhan karnaval 17 Agustus, upacara kemerdekaan, hingga berbagai perlombaan busana.
Perpaduan warna merah putih dinilai mampu memberikan kesan nasionalis tanpa menghilangkan identitas budaya dari pakaian adat yang dikenakan.
“Perpaduan warna merah putih dengan baju adat ini memang cocok untuk tema kemerdekaan. Jadi tetap terlihat tradisional, tetapi nuansa nasionalisnya juga kuat,” katanya.
Dina menyebut, harga sewa pakaian adat bernuansa merah putih relatif terjangkau, tarifnya mulai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu dengan masa sewa selama tiga hari.
“Harganya mulai Rp100 ribu sampai Rp150 ribu, itu untuk masa sewa tiga hari,” ucapnya.
Peningkatan permintaan tersebut menjadi peluang tersendiri bagi pelaku usaha penyewaan busana di tengah tingginya aktivitas masyarakat menyambut HUT RI.
Sementara itu, salah satu penyewa, Farid mengatakan, pakaian adat bernuansa merah putih menjadi pilihan karena cocok digunakan saat mengikuti kegiatan peringatan kemerdekaan, khususnya upacara 17 Agustus.
“Menurut saya harganya relatif terjangkau dan cocok dipakai untuk keperluan upacara Proklamasi 17 Agustus,” tuturnya.
Ia menilai penggunaan pakaian adat dalam momentum kemerdekaan juga memberikan kesan berbeda dibandingkan mengenakan pakaian biasa.
“Momentum HUT RI tidak hanya mendorong aktivitas perayaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha sekaligus memperkenalkan kembali pakaian adat daerah kepada masyarakat,” tutupnya.



