Menurut Eka, Kotabaru memiliki keunikan geografis yang jarang dimiliki kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Dengan wilayah yang membentang dari daratan hingga kepulauan, strategi pembangunan harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Tidak bisa pembangunan Kotabaru disamakan dengan daerah lain. Kita punya kepulauan, jalur pedalaman, akses transportasi laut, hingga jaringan komunikasi yang belum merata. Semua itu membutuhkan pendekatan yang berbeda,” tegasnya.
Eka mencontohkan, bagaimana akses jalan menuju pedalaman hingga transportasi ke Pulau Sembilan masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah. Begitu pula dengan layanan komunikasi yang belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di pulau-pulau.
Namun, ia menolak melihat hambatan tersebut sebagai beban. Sebaliknya, Eka menyebutnya sebagai tantangan sekaligus panggilan hati untuk berbuat lebih baik.
“Kalau transportasi lancar, komunikasi terhubung, dan infrastruktur terpenuhi, masyarakat pasti langsung merasakan manfaatnya. Inilah yang menjadi spirit pembangunan kita,” ucapnya penuh optimisme.
Selain menekankan pentingnya pembangunan berbasis karakter daerah, Eka juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Kotabaru. Ia berharap anak-anak muda tidak minder menghadapi persaingan global.
“Sekecil apa pun peran kita, tetap penting. Jangan takut bermimpi, jangan takut melangkah. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil bersama-sama,” katanya memberi semangat.
Dengan visi pembangunan yang berpijak pada realitas daerah, Sekda Kotabaru mengajak seluruh elemen masyarakat, dari pemerintah hingga warga desa, untuk bahu-membahu membangun. Tujuannya jelas: menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat Kotabaru.



