REDAKSI8.COM – Kental dengan seni budaya lokal khas Banjar. Beginilah suasana yang bisa dirasakan saat Sanggar Ar-Rumi merayakan hari lahirnya yang ke 15, di halaman kampus Institut Agama Islam Darussalam Martapura, Selasa malam (24/4/18).
Sanggar Ar-Rumi memang dikenal sebagai sanggar yang mengutamakan seni budaya lokal sebagai aktivitas/kegiatannya.

Pada acara puncak peringatan Hari Lahir Sanggar Ar-Rumi ke 15, penonton yang hadir dihibur dengan pertunjukan Tarian Darah, cerpen karya Burhanuddin Soebly dan teater japin carita ”Pilbakal Kampung Palengkongan” karya Hadani Had.
Pertunjukan sastra Tarian Darah mengisahkan tentang seorang terpidana mati, yang mana dirinya dianggap sebagai teroris. Pada saat eksekusi tiba, ia menghilang lalu mikraj ke nun.
Sedangkan teater japin carita ”Pilbakal Kampung Palengkongan”, menceritakan tentang Kampung Palengkongan dimana kampung tersebut ada pemilihan pilbakal. Pilbakal ini hanya diikuti oleh 2 orang ternama di Kampung Palengkongan, yaitu Bos Banih dan Bos Baras.

Ketua Pelaksana Hari Lahir Sanggar Ar-Rumi Ke-15, Muhammad Islam Ridhoni mengatakan, perayaan harlah sanggar dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara seni budaya.
”Alhamdulillah, sebelum puncak peringatan harlah kami (Sanggar Ar-Rumi) ini, dimeriahkan dengan Festival Madihin se Kalimantan Selatan yang bertujuan untuk mencetak seniman-seniman muda baru pemadihin. Selanjutnya pentas seni-seni budaya daerah lokal yang kami kolaborasikan dengan seni modern. Tapi yang lebih banyak kami tampilkan adalah seni budaya Khas Banjar,” terang Islam Ridhoni.



