REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
Sampai pertengahan 2026, sejumlah proyek pembangunan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan provinsi di wilayah Banua Enam dan Banjarbakula telah mencatat progres fisik di atas 50 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, mengatakan, percepatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
“Saat ini beberapa pekerjaan pembangunan jalan di klaster Banua Enam maupun Banjarbakula sudah mencapai progres di atas 50 persen. Beberapa pekerjaan pembangunan jalan, rehabilitasi maupun rekonstruksi, progres fisiknya rata-rata sudah di atas 50 persen,” ujarnya, Selasa (7/7/26).
Ia menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Jalan Provinsi, panjang ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Kalimantan Selatan mencapai 927,41 kilometer.
Hingga akhir 2025, tingkat kemantapan jalan telah mencapai 83,03 persen atau sekitar 770 kilometer.
Pada 2026, Dinas PUPR Kalsel mengerjakan pembangunan jalan sepanjang 12,48 kilometer, rehabilitasi sepanjang 31 kilometer, serta rekonstruksi sepanjang 18,49 kilometer yang tersebar di sejumlah daerah.
Di wilayah Banua Enam sendiri, proyek yang tengah berjalan meliputi pembangunan ruas Tanjung–Haruai, Dahai–Tanjung, Haruai–Muara Uya, serta penanganan ruas Banjang–Pulau Nyiur–Batu Mandi.
Sementara di kawasan Banjarbakula, pekerjaan difokuskan pada rehabilitasi ruas Banjarmasin–Sungai Tabuk, rekonstruksi Jalan Palam–Liang Anggang di Kota Banjarbaru, serta rehabilitasi Jalan Bumi Makmur–Pulau Sari.
Melalui percepatan penyelesaian proyek tersebut, Pemprov Kalsel menargetkan kualitas jalan provinsi terus meningkat sehingga mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar transportasi dan distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui percepatan penyelesaian proyek-proyek tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi agar sebagai konektivitas wilayah, kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,” tutupnya.



