REDAKSI8.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru, masih kekurangan 3 orang dokter spesialis alias masih lowong.
Lowongnya posisi 3 orang dokter spesialis di RSDI Banjarbaru ini, disampaikan oleh Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani usai acara penyerahan SK Pengangkatan CPNS di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan, Senin (1/4).
“Sebenarnya kebutuhan kita akan ASN ini banyak, tetapi oleh pemerintah pusat disetujui 96 orang. Dari 96 orang ini, tiga diantaranya untuk menempati posisi dokter spesialis jantung, partologi anatomi, dan bedah saraf. Nah untuk posisi dokter spesialis ini tidak terisi,” ujar Nadjmi Adhani.

Terpisah, Direktur Utama Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru dr Hj Endah Labati Silapurna mengatakan, pihaknya sudah membuka lowongan untuk posisi dokter spesialis yang dimaksud, namun cukup kesulitan dalam mencarinya lantaran tidak ada yang mendaftar.
“Untuk dokter spesialis jantung sudah ada yang sekolah, tahun depan juga lulus. Untuk patologi anatomi juga sudah ada yang mendaftar, tinggal di kredensialkan saja,” terang Endah Labati.
Untuk dokter spesialis bedah saraf, Endah mengakui cukup kesulitan untuk mencarinya. Pasalnya, kata Endah, Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru bertipe C.
“Dia (dokter spesialis bedah saraf) mengutamakan rumah sakit tipe A. Misalnya ada yang sakit (perlu penanganan dokter spesialis bedah saraf), dirujuk ke rumah sakit lain,” ucapnya.



