REDAKSI8.COM, BANJAR – Dalam mendukung program swasembada pangan nasional, jajaran Polres Banjar bersama Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 di lahan perhutanan sosial Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (9/7/2025) sore.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman jagung serentak seluas satu juta hektar, yang diinisiasi oleh Kepolisian Republik Indonesia dan dilaksanakan serentak di seluruh Polda se-Indonesia. Agenda ini terhubung secara langsung dengan pusat kegiatan nasional yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui aplikasi Zoom Meeting.
Penanaman jagung dilakukan di atas lahan seluas satu hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Teluk Sanggar Tani, dengan jumlah bibit awal sebanyak empat karung. Lahan tersebut memiliki dasar hukum berupa Surat Keterangan Tanah Nomor 073/KET/V/KB.1975 atas nama almarhum H. M. Hussien Dahlan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres KOMPOL Faisal Amri Nasution, unsur Forkopimda, anggota DPRD Banjar, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, TNI, Kejaksaan, BPN, serta puluhan anggota kelompok tani.
Dalam sambutannya, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata peran aktif Polri dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan. Program ini menunjukkan bahwa keamanan dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan beriringan,” ujarnya kepada awak media.
Senada, Bupati Banjar H. Saidi Mansyur menyambut baik sinergi lintas sektor dalam kegiatan ini. Ia berharap penanaman jagung serentak ini menjadi tonggak awal peningkatan produksi pertanian lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
“Kami mendukung penuh kolaborasi seperti ini. Ketahanan pangan adalah isu strategis yang tidak bisa ditunda, dan semua pihak harus berperan aktif,” kata Bupati.
Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan wawancara doorstop oleh Kapolres dan Bupati Banjar.
Dengan semangat kolaboratif dan aksi nyata di lapangan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memperkuat fondasi kemandirian pangan bangsa, sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman jagung serentak seluas satu juta hektar, yang diinisiasi oleh Kepolisian Republik Indonesia dan dilaksanakan serentak di seluruh Polda se-Indonesia. Agenda ini terhubung secara langsung dengan pusat kegiatan nasional yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui aplikasi Zoom Meeting.
Penanaman jagung dilakukan di atas lahan seluas satu hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani Teluk Sanggar Tani, dengan jumlah bibit awal sebanyak empat karung. Lahan tersebut memiliki dasar hukum berupa Surat Keterangan Tanah Nomor 073/KET/V/KB.1975 atas nama almarhum H. M. Hussien Dahlan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres KOMPOL Faisal Amri Nasution, unsur Forkopimda, anggota DPRD Banjar, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, TNI, Kejaksaan, BPN, serta puluhan anggota kelompok tani.
Dalam sambutannya, Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata peran aktif Polri dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan. Program ini menunjukkan bahwa keamanan dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan beriringan,” ujarnya kepada awak media.
Senada, Bupati Banjar H. Saidi Mansyur menyambut baik sinergi lintas sektor dalam kegiatan ini. Ia berharap penanaman jagung serentak ini menjadi tonggak awal peningkatan produksi pertanian lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
“Kami mendukung penuh kolaborasi seperti ini. Ketahanan pangan adalah isu strategis yang tidak bisa ditunda, dan semua pihak harus berperan aktif,” kata Bupati.
Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan wawancara doorstop oleh Kapolres dan Bupati Banjar.
Dengan semangat kolaboratif dan aksi nyata di lapangan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memperkuat fondasi kemandirian pangan bangsa, sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.



