REDAKSI8.COM, KOTABARU – Langkah cepat dilakukan pimpinan DPRD Kotabaru, upaya menanggulangi dampak disebabkan banjir Rob atau fenomena genangan air pada daratan saat air laut pasang.
Berdasarkan catatan, beberapa wilayah di Kotabaru khususnya di bagian pesisir hampir merata terdampak rob. Terlebih wilayah terendah.
Mengenai hal ini, Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin, beberapa hari lalu berkunjung ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Dikonfirmasi terpisah, Awaludin mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra ada beberapa poin yang dibahas secara detail.
Dimulai dari penyampaian kondisi wilayah-wilayah terdampak hingga mencari solusi dan strategi penanganan rob di wilayah Bumi Saijaan.
Awaludin berharap, hasilnya konsultasi bersama rombongan anggota ke BPBD Kalsel dapat terimplementasikan di Kotabaru, khususnya di wilayah-wilayah pesisir.
“Kami di DPRD berkonsultasi bagaimana penanganan ketika banjir rob,” ujar Awaludin, Senin (19/01/2026).
Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra mengatakan, wilayah terdampak banjir rob di Kalimantan Selatan cukup signifikan akhir-akhir ini.
“Kami berdiskusi ringan mengenai beberapa solusi dan strategi yang dapat kami sampaikan kepada DPRD Kotabaru,” ujar Ronny.
Salah satu langkah yang diusulkan BPBD Kalsel, pembangunan embung di sejumlah titik rawan di Kabupaten Kotabaru sebagai upaya menampung air hujan dan mengurangi dampak banjir terhadap masyarakat.
“Yang pertama mungkin terkait dengan pembuatan embung di daerah Kotabaru, dalam rangka menampung air hujan yang turun sehingga banjir rob tidak terlalu berdampak kepada masyarakat,” jelasnya.
Pembangunan embung menjadi bagian dari pendekatan mitigasi jangka menengah yang perlu dikombinasikan dengan perencanaan tata ruang, penguatan sistem drainase, serta edukasi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir rob yang berulang.
BPBD Kalsel berharap melalui koordinasi lintas lembaga ini, perencanaan penanganan banjir rob di Kabupaten Kotabaru dapat berjalan lebih terpadu, terukur, dan berkelanjutan demi melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalisasi kerugian akibat bencana.



