REDAKSI8.COM, TABALONG – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kabupaten Tabalong berlangsung meriah dan sarat agenda penting.
Upacara puncak yang digelar di halaman Pendopo Bersinar, Kamis (13/11/2025), dipimpin langsung Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani dan dihadiri jajaran Forkopimda serta tenaga kesehatan dari 18 puskesmas.
Momentum HKN tahun ini menjadi simbol penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tabalong meresmikan Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diklaim sebagai laboratorium MBG pertama di Indonesia.
Selain itu, sepuluh kelurahan menerima armada mobil Public Safety Center (PSC) 119 untuk mempercepat penanganan gawat darurat.
Peringatan juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis, penyerahan santunan pensiun tenaga kesehatan, serta pemberian hadiah kepada pemenang berbagai lomba HKN.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, H. Husin Ansari, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berorientasi pada peningkatan layanan kesehatan melalui program Tabalong Pasti Sehat, salah satu prioritas dalam konsep “Tabalong Smart”.
“Pelayanan dilakukan melalui 100 persen UHC, layanan homecare, bantuan biaya pendamping pasien, pemeriksaan kesehatan gratis untuk dewasa dan anak sekolah, hingga layanan PSC 119,” jelasnya.
Menurut Husin, pemerintah juga terus memperluas fasilitas kesehatan masyarakat termasuk pembentukan markas Kabupaten/Kota Sehat (KKS), penambahan markas posyandu 6 SPM, dan sekretariat program MBG.
“Dan hari ini kita resmikan laboratorium MBG dan Keamanan Pangan, satu-satunya yang pertama di Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan atas capaian program kesehatan selama satu tahun berjalan.
“Saya melihat hasil laporan tadi sudah luar biasa. Layanan homecare sudah mencapai 85 persen, ini pencapaian tinggi untuk tahun pertama,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa konsep pelayanan kesehatan Tabalong adalah memastikan setiap masyarakat menerima layanan tanpa hambatan apa pun.
“Tidak boleh ada warga yang kesulitan mendapat layanan kesehatan. Semua harus dilayani, inilah prinsip kita dalam melayani masyarakat,” tegas H. Fani.



