REDAKSI8.COM, BANBJARBARU – Sejumlah perempuan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (IKP Kalsel) dilanda kecemasan akibat maraknya laporan pelecehan seksual saat berolahraga.
Aksi pelecehan tersebut berupa begal bokong, hingga payudara terjadi di sejumlah lokasi, seperti di Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru.
Salah satu korban pelecehan yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, berinisial D menyebutkan, pelaku yang mengendarai sepeda motor sempat 2 kali meraba bokongnya saat jogging pada hari Selasa (2/9/25) pagi kemarin.
“Saya kaget dan teriak. Pelaku langsung tancap gas, saya akhirnya memutuskan balik arah,” ucapnya.
D menjelaskan, kejadian pertama terjadi saat Ia jogging menuju Lapangan Murjani, kemudian di depan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Banjarbaru, seorang pria yang melintas dengan sepeda motor tiba-tiba meremas bokongnya.
Lalu kejadian kedua, saat D melintas di belakang Masjid Khanzul Khairat, pelaku kembali meremas bokongnya.
“Kemarin sudah saya laporkan ke Polres. Mereka langsung merespons dengan cek CCTV, tapi saat ini masih proses tindak lanjut,” jelasnya.
Diwaktu berbeda, perempuan berinisial R turut mengalami pelecehan ketika jogging, ada pula korban berinisial F yang menyatakan dirinya menjadi sasaran begal payudara saat bersepeda.
“Sekarang kami jadi takut olahraga sendirian. Biasanya jogging di jalan utama, tapi setelah kejadian ini lebih was-was,” katanya.
Atas kejadian tersebut, warga pun mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku, agar para perempuan kembali merasa aman saat beraktivitas diluar.
“Yang kayak gini harus jadi perhatian baik untuk Pemko Banjarbaru, polisi maupun runners atau bikers,” tegasnya.
Saat di konfirmasi, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi memastikan, laporan masyarakat telah ditindaklanjuti dengan patroli di titik-titik rawan.
Ia meminta para korban membuat laporan resmi agar penanganan bisa lebih optimal.
“Alangkah baiknya ada laporan tertulis. Dengan begitu, penyelidikan lebih cepat dan tepat,” tuntasnya.



