REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia (RI) gencarkan sosialisasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhuhan Gizi (SPPG) di Kota Banjarbaru bersama masyarakat di Asrama Haji Banjarmasin, Minggu (14/9/25) sore.
Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait program Presiden RI, Prabowo Subianto tentang Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sosialisasi juga menghadirkan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Mariana, Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN, Dr Gunalan AP, serta Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby.
Menurutnya, kegiatan itu salah satu upaya Pemerintah dalam menjawab persoalan gizi yang masih menjadi tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.
“Saya pribadi khususnya Dapil (Daerah Pilihan) Kalimantan Selatan (Kalsel) sangat mendukung sekali kegiatan ini, karena dampaknya luar biasa MBG ini terutama untuk anak-anak sekolah,” ujar Mariana saat diwawancarai.
Mariana mengatakan, program MBG tersebut sangatlah dinanti-nantikan oleh seluruh lapisan masyarakat, sebab dapat menjadi solusi peningkatan gizi dan kualitas generasi penerus bangsa.
“Jadi kaya mereka yang belum mendapat jatah MBG ada yang iri lah, tapi Alhamdulillah dengan adanya kegiatan sosialisasi ini juga itu dapat mempercepat program ini,” ungkapnya.
Demikian, diharapkan sosialisasi ini dapat berdampak pada percepatan dan pemerataan program MBG di seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Kalsel.
“Supaya bisa semua anak-anak khususnya di Kalimantan Selatan itu dapat MBG,” ucapnya.
Namun, Ia menekankan, kepada Pemerintah setempat untuk mempercepat program ini karena masih ada dua Kabupaten di Kalsel yang belum diberi jatah MBG.
“Kemarin alhamdulillah sama korek juga ulun ada bantu dua Kabupaten itu, saya bilang kalau bisa kemarin dikomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten supaya bisa dipercepat,” imbuhnya.
Sementara MBG masih diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.
Tetapi nantinya juga sebagian akan dibagikan untuk para ibu hamil.
Dengan harapan program tersebut dapat dipercepat karena sudah ada beberapa titik khusunya di Banjarmasin.
“Harapannya ya mudah-mudahan secepatnya akhir tahun ini, termasuk anak-anak di Kalsel dan khususnya juga ibu hamil itu dapat menikmati MBG,” harapnya.
Diwaktu yang berbeda, Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN, Dr Gunalan AP menilai jalannya program MBG di Kalsel sudah cukup progresif.
“Karena dari 453 itu baru 98 yang sudah terbangun. Memang ini angka yang masih kecil sebenarnya, tapi luar biasa untuk kami,” sebutnya.
Dirinya mengakui, antusias mintra-mitra yang bekerja sama dengan BGN dalam mendirikan dapur MBG dan masyarakat untuk mendapatkan MBG sangat tinggi.
Bahkan, terdapat sejumlah sekolah atau murid yang belum mendapatkan jatah MBG memberikan protes agar program ini dapat cepat diberikan.
“Di tengah masyarakat juga sudah luar biasa. Sehingga memang ini bisa cepat, tapi harapan kami bisa dipercepat lagi, karena banyak kejadian masyarakat yang belum mendapatkan itu protes biasanya ke kepala daerah masing-masing,” jelasnya.
Sedangkan pengawasan MBG, pihaknya telah menyediakan sebuah portal pengaduan untuk dapat mengawasi jalannya program itu di masyarakat.
Sehingga, ketika ada permasalahan di lapangan, tim khusus yang menangani pengawasan MBG akan turun melakukan verifikasi dan melihat langsung masalah tersebut.
“Kalau pengawasan telah saya sampaikan ada portal MBG. Kalau misalnya ada permasalahan yang tidak sesuai itu dilaporkan. Nanti pasti ada tim yang turun dari BGN,” tutupnya.



