REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tenaga honorer yang baru saja dinyatakan lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) padati Kepolisian Resor (Polres) Kota Banjarbaru untuk melakukan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Mereka datang guna melengkapi persyaratan untuk mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH), salah satunya SKCK.
Akibat banyaknya antrean tersebut membuat pemohon di Polres dan Polsek Banjarbaru membludak setiap hari.
Hal itu terlihat sejak pagi pukul 08.00 Wita pagi hingga sore. Bahkan, pelayanan masih dibuka hingga malam hari.
Warga asal Kecamatan Landasan Ulin, Eko yang merupakan salah satu tenaga honorer di Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel mengaku sudah mengantri dari sebelum jam 12 siang.
“Sebelumnya hari Jumat sudah daftar offline jam 10 pagi, makanya SKCK selesai diambilnya hari ini, ini lagi nunggu nomor antrean,” ujarnya.
Eko mengungkapkan, sudah menjadi tenaga honorer di UPT Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel sejak tahun 2014 lalu.
Setelah 10 tahun menjadi honorer dan sempat gagal rekrutmen PPPK sebelumnya, kemudian atas usulan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) akhirnya dinyatakan masuk PPPK Paruh Waktu.
“Ya, kita syukuri aja, Alhamdulillah disyukuri aja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Banjarbaru, AKP Indra Wahyu Wibowo mengatakan, pelayanan SKCK di Polres Banjarbaru dibuka sampai masa pendaftaran berkas dari pemohon PPPK berakhir, tepatnya 22 September 2025.
“Jadi akan kita layani sampai selesainya para pemohon, baik itu hari Sabtu maupun Minggu, hari libur, anggota tetap akan bekerja untuk melaksanakan, memberikan pelayanan SKCK,” jelasnya.
Indra menyebutkan, sampai sekarang sudah ada lebih dari 1.000 orang pemohon yang terdata masuk dan datang untuk membuat SKCK.
Namun, berdasarkan pengumuman katanya ada 3.000 orang pemohon yang ditargetkan membuat SKCK baik di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru maupun Pemerintah Provinsi Kalsel.
“Tapi yang untuk Pemprov itu kan kita tersebar di seluruh Kalimantan Selatan, jadi kita belum mengetahui berapa jumlah yang pengumuman PPPK dari Pemprov,” katanya.
Adapun pelayanan SKCK yang diberikan pihaknya ini meliputi dua lokasi, yakni Polsek-polsek yang ada di wilayah Banjarbaru serta Kantor Polres Banjarbaru yang di pusatkan di ruang piker Unit Reskrim.
“Kita tetap harus melaksanakan pelayanan yang mana kita saat ini memakai tempat ruangan piket Reskrim dengan situasi kondisi seperti yang ada saat ini, kita maksimalkan,” imbuhnya.
Karena adanya musibah kebakaran yang sempat melanda ruang SPKT dan ruang pelayanan Polres Banjarbaru, sehingga pelayanan tetap akan dilakukan dengan maksimal.
“Saya berikan penekanan kepada anggota, jangan sampai ada pelayanan yang tidak maksimal, meskipun dengan keterbatas waktu dan tempat, tetap kita melebihkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Untuk meminimalisit membeludaknya antrean maka jalur pembuatan SKCK disediakan dua jalur, yakni secara offline dan online.
Meski begitu, Ia juga mengimbau agar pemohon dapat bersabar untuk mengakses jalur online pembuatan SKCK.
“Untuk jalur online memang saat ini server di tingkat Mabes sampai ke wilayah ini posisi lagi ada gangguan karena hampir serentak seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Dirinya pun menyarankan, agar pemohon yang mengakses jalur online pembuatan SKCK dapat mencoba pada jam-jam tidak sibuk, seperti jam 12 malam ke atas.
“Ada beberapa yang sudah berhasil, tapi memang situasi kondisi saat ini adalah penerimaan SKCK secara online ini serentak seluruh Indonesia,” tuturnya.
“Oleh karenanya server langsung down, tapi tidak ada kendala, tetap kita berikan pelayanan dengan offline,” tutupnya.



