REDAKSI8.COM, BANJAR – Di bawah terik matahari yang menyengat, Jumat (15/8/2025), para petani dari Kelompok Tani Sungkai Sejahtera di Desa Sungkai Baru, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, tampak penuh semangat memanen padi di lahan mereka. Hamparan tanaman padi varietas 1R Dadahup yang menguning keemasan seolah menjadi simbol keberhasilan dan kegigihan petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Acara panen raya ini bukan hanya sekadar momentum memanen hasil sawah, tetapi juga perayaan dari kerja keras panjang yang digagas oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersama petani dan penyuluh di lapangan.
Kehadiran sejumlah pejabat dan instansi menambah semarak acara, antara lain Pj Sekda Banjar, Kepala Distan Banjar, Camat Simpang Empat, perwakilan BRIN Kalsel, BRMP Kalsel, Koordinator Balai, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL). Kehadiran mereka mencerminkan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap sektor pertanian di Banjar.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang menjadi ujung tombak keberhasilan ini.
“Ini adalah keberhasilan kita bersama. Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan, dan panen hari ini adalah buah dari kerja keras serta dedikasi mereka. Pemerintah hanya bisa memberikan arahan, tetapi para petani yang benar-benar berjuang di lapangan,” ujarnya penuh semangat.
Warsita juga mengajak para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan melalui penerapan sistem tanam dua kali setahun dan metode tumpang sisip. Menurutnya, cara tersebut mampu memaksimalkan hasil panen di lahan yang terbatas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Distan Banjar, Nurul Chatimah, menjelaskan secara rinci mengenai varietas padi 1R Dadahup yang ditanam petani. Varietas ini merupakan hasil persilangan antara Siam Mutiara (varietas unggul lokal) dengan Fatmawati (varietas unggul nasional).
“Varietas ini dilepas sebagai Varietas Unggul melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2563/Kpts/SR.120/7/2010 pada tanggal 15 Juli 2010. Kelebihannya, padi ini sangat cocok dikembangkan di lahan rawa pasang surut maupun rawa lebak yang banyak terdapat di Kabupaten Banjar,” ungkap Nurul.
Lebih lanjut, Nurul memaparkan keunggulan teknis dari varietas 1R Dadahup. Dengan umur genjah sekitar 112 hari, varietas ini dinilai lebih cepat dipanen dibanding varietas lain. Selain itu, padi ini juga memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1, penyakit blas ras 133, serta toleran terhadap keracunan besi (Fe) yang sering menjadi kendala di lahan rawa.
Dari segi hasil, 1R Dadahup mampu memberikan rata-rata 4,1 ton per hektare dengan potensi maksimal hingga 4,7 ton per hektare. Angka ini menjadi kabar baik bagi petani, karena dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka.
Bagi para petani Desa Sungkai Baru, panen kali ini merupakan bukti nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan mampu menghadirkan hasil yang membanggakan. Ketua Kelompok Tani Sungkai Sejahtera mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, berkat bimbingan dari penyuluh dan dukungan pemerintah, hasil panen kali ini memuaskan. Kami optimis ke depan hasilnya bisa lebih baik lagi jika terus didampingi dengan teknologi dan inovasi baru,” tuturnya.
Momentum panen raya ini menjadi simbol penting bahwa Kabupaten Banjar memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan varietas unggul lokal yang adaptif terhadap kondisi lahan rawa. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan, mulai dari penyediaan benih unggul, teknologi budidaya, hingga akses pasar.
Dengan semangat gotong royong antara petani, pemerintah, dan lembaga riset, diharapkan sektor pertanian Banjar mampu berkembang lebih maju, sekaligus menopang ketahanan pangan Kalimantan Selatan bahkan Indonesia.
Acara panen raya ini bukan hanya sekadar momentum memanen hasil sawah, tetapi juga perayaan dari kerja keras panjang yang digagas oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersama petani dan penyuluh di lapangan.
Kehadiran sejumlah pejabat dan instansi menambah semarak acara, antara lain Pj Sekda Banjar, Kepala Distan Banjar, Camat Simpang Empat, perwakilan BRIN Kalsel, BRMP Kalsel, Koordinator Balai, serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL). Kehadiran mereka mencerminkan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap sektor pertanian di Banjar.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani yang menjadi ujung tombak keberhasilan ini.
“Ini adalah keberhasilan kita bersama. Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan, dan panen hari ini adalah buah dari kerja keras serta dedikasi mereka. Pemerintah hanya bisa memberikan arahan, tetapi para petani yang benar-benar berjuang di lapangan,” ujarnya penuh semangat.
Warsita juga mengajak para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan melalui penerapan sistem tanam dua kali setahun dan metode tumpang sisip. Menurutnya, cara tersebut mampu memaksimalkan hasil panen di lahan yang terbatas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Distan Banjar, Nurul Chatimah, menjelaskan secara rinci mengenai varietas padi 1R Dadahup yang ditanam petani. Varietas ini merupakan hasil persilangan antara Siam Mutiara (varietas unggul lokal) dengan Fatmawati (varietas unggul nasional).
“Varietas ini dilepas sebagai Varietas Unggul melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2563/Kpts/SR.120/7/2010 pada tanggal 15 Juli 2010. Kelebihannya, padi ini sangat cocok dikembangkan di lahan rawa pasang surut maupun rawa lebak yang banyak terdapat di Kabupaten Banjar,” ungkap Nurul.
Lebih lanjut, Nurul memaparkan keunggulan teknis dari varietas 1R Dadahup. Dengan umur genjah sekitar 112 hari, varietas ini dinilai lebih cepat dipanen dibanding varietas lain. Selain itu, padi ini juga memiliki ketahanan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1, penyakit blas ras 133, serta toleran terhadap keracunan besi (Fe) yang sering menjadi kendala di lahan rawa.
Dari segi hasil, 1R Dadahup mampu memberikan rata-rata 4,1 ton per hektare dengan potensi maksimal hingga 4,7 ton per hektare. Angka ini menjadi kabar baik bagi petani, karena dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka.
Bagi para petani Desa Sungkai Baru, panen kali ini merupakan bukti nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan mampu menghadirkan hasil yang membanggakan. Ketua Kelompok Tani Sungkai Sejahtera mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, berkat bimbingan dari penyuluh dan dukungan pemerintah, hasil panen kali ini memuaskan. Kami optimis ke depan hasilnya bisa lebih baik lagi jika terus didampingi dengan teknologi dan inovasi baru,” tuturnya.
Momentum panen raya ini menjadi simbol penting bahwa Kabupaten Banjar memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan varietas unggul lokal yang adaptif terhadap kondisi lahan rawa. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan, mulai dari penyediaan benih unggul, teknologi budidaya, hingga akses pasar.
Dengan semangat gotong royong antara petani, pemerintah, dan lembaga riset, diharapkan sektor pertanian Banjar mampu berkembang lebih maju, sekaligus menopang ketahanan pangan Kalimantan Selatan bahkan Indonesia.



