REDAKSI8.COM, JAKARTA – Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2025 yang menjadi momentum penting dalam perjalanan asosiasi ini. Forum empat tahunan tersebut menghadirkan agenda utama pemilihan Ketua Umum periode 2025–2029, dialog strategis, networking, serta konsolidasi organisasi dengan melibatkan asosiasi, pelaku industri wisata petualangan, hingga mitra strategis lintas sektor.
Munas IATTA 2025 dilaksanakan di Jakarta Design Center dan dibuka secara resmi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diwakili oleh Budi Supriyanto, Asisten Deputi Manajemen Industri. Hadir mendampingi, Ketua Umum IATTA periode 2017–2025 Cahyo Alkantana, Ketua Umum GIPI Haryadi Sukamdani, serta sejumlah tokoh nasional, di antaranya Dr. Nandang Prihadi (Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kemenhut), Barokna Haulah (Deputi Bina Tenaga & Potensi Basarnas), serta Taufan Rahmadi (Dewan Pakar Bidang Pariwisata Prabowo–Gibran)
Dalam sambutannya, Cahyo Alkantana menegaskan kembali bahwa IATTA sejak awal dibentuk memiliki visi yang tegas: menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama wisata petualangan dunia yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Selama dua periode kepemimpinannya, IATTA telah menorehkan sejumlah capaian, mulai dari program pelatihan dan sertifikasi pemandu wisata petualangan, pembinaan komunitas, hingga kolaborasi strategis dengan pemerintah, industri, dan media. Pada kesempatan ini, DPP IATTA juga memberikan sertifikat kemitraan (partnership certificate) kepada asosiasi, industri, dan mitra media yang telah tumbuh bersama organisasi.
“Periode ini tentu tidak mudah. Kita lahir lalu langsung menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Namun berkat kerja sama dan semangat kolektif, kita mampu melewatinya dan terus bergerak maju,” ungkap Cahyo.
Munas yang diikuti sekitar 50 peserta dari DPP, DPW, asosiasi, serta mitra undangan dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Riau, akhirnya menetapkan Amalia Yunita sebagai Ketua Umum IATTA periode 2025–2029.

Sebelumnya, Amalia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IATTA. Dalam sambutannya pasca terpilih, ia menyampaikan tekad besar untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan membawa IATTA ke level yang lebih tinggi.
“IATTA harus mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas wisata petualangan Indonesia. Kita ingin dunia mengenal Indonesia bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai surga wisata petualangan dunia,” tegas Amalia.
Terselenggaranya Munas IATTA 2025 juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya EigerIndo, Bravo Adventure, Arus Liar, dan Cave Jomblang. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penetapan dewan pengarah, formatur kepengurusan, serta pembaruan AD/ART IATTA sebagai fondasi organisasi ke depan.
Mewakili DPW IATTA Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah, S.Pi, MS, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya forum nasional ini. Ia menekankan bahwa Munas bukan hanya ajang formal, tetapi juga wadah konsolidasi, evaluasi, serta perumusan langkah strategis bagi kemajuan sektor wisata petualangan.
“Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, mulai dari Sungai Barito yang megah, hutan rawa gambut yang unik, hingga budaya Banjar yang ramah dan penuh cerita. Semua ini adalah modal kuat untuk menjadikan Kalsel sebagai destinasi unggulan wisata petualangan berkelanjutan,” ujarnya.
DPW IATTA Kalimantan Selatan juga menyampaikan tiga pandangan umum yang menjadi komitmen bersama:
1. Penguatan Identitas dan Branding Wisata Petualangan
Strategi branding nasional yang terintegrasi sangat diperlukan, namun tetap harus memberi ruang pada kekhasan daerah. Kalimantan Selatan siap mengusung identitas sebagai “Gerbang Wisata Petualangan Sungai dan Rawa” dengan kombinasi ekowisata, outdoor activity, dan budaya lokal.
2. Kolaborasi Multi-Pihak
Pengembangan wisata petualangan tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, akademisi, hingga media harus terus diperkuat dengan prinsip saling menguatkan dan berbagi manfaat.
3. Standarisasi Keamanan dan Kualitas Layanan
Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. DPW IATTA Kalsel mendukung penerapan SOP standar nasional serta sertifikasi pemandu wisata petualangan agar citra Indonesia sebagai destinasi aman, profesional, dan berkelas dunia semakin kokoh.
Munas IATTA 2025 menjadi tonggak penting bagi dunia pariwisata petualangan Indonesia. Dengan kepemimpinan baru di bawah Amalia Yunita serta dukungan penuh dari berbagai pihak, IATTA optimistis mampu membawa Indonesia menempati posisi terdepan sebagai surga wisata petualangan dunia.



