REDAKSI8.COM, TAPTENG – Aksi unjuk rasa di Tapanuli Tengah pada Jumat (31/10/2025) kembali meninggalkan jejak kelam. Salah satu peserta aksi, Asdi Simamora, melaporkan dirinya menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh SMS bersama AIP dan satu pria lain berbaju merah.
Laporan tersebut telah teregistrasi resmi dengan Nomor: LP/B/514/XI/2025/SPKT/POLRES TAPANULI TENGAH/POLDA SUMUT, tertanggal 3 November 2025, terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP Subsider 351 KUHP.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raja Junjungan Lubis, Kelurahan Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, tepat di depan rumah pribadi mantan Bupati Tapanuli Tengah.
Menurut keterangan pelapor, insiden bermula sekitar pukul 14.50 WIB, saat rombongan massa dari gerakan Tapteng Baru untuk Perubahan melintas menuju kantor DPRD Tapteng. Saat melintas di depan rumah mantan bupati, terjadi adu mulut antara massa dan sejumlah orang di lokasi tersebut.
Sekitar pukul 15.00 WIB, situasi memanas. Seorang pria berbaju merah disebut mengejar dan memukul punggung serta kepala pelapor beberapa kali, menyebabkan rasa sakit di bagian tubuhnya. Tak berhenti di situ, AIP diduga menarik kerah baju pelapor sambil memegang sebatang kayu, hingga korban kehilangan keseimbangan.
Dalam situasi kacau itu, SMS, yang disebut menjabat sebagai Ketua salah satu organisasi di Kota Sibolga, diduga memukul bagian mulut pelapor hingga bibir dan bagian dalam mulutnya luka.
“Atas kejadian itu saya merasa keberatan dan meminta agar hukum ditegakkan secara adil,” ujar Asdi Simamora dalam laporannya kepada Polres Tapanuli Tengah.
Asdi juga menyatakan telah menyerahkan barang bukti ke Polres Tapteng.
Kasus ini menambah daftar panjang ketegangan pascaaksi unjuk rasa di Tapanuli Tengah yang berlangsung panas dalam beberapa hari terakhir. Aparat kepolisian disebut telah menerima laporan resmi dan akan menindaklanjuti dengan proses hukum sesuai prosedur. (Jerry).
Padi Apung Jadi Harapan Baru Petani Banjar, Solusi Hadapi Banjir dan Perubahan Iklim
REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Perubahan iklim yang memicu banjir berkepanjangan menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Banjar....



