REDAKSI8.COM, BANJAR – Demi memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau dan pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan petani, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar melakukan pemantauan intensif terhadap harga dan stok Bahan Pokok Penting (Bapokting) serta pengawasan penyaluran pupuk dan pestisida bersubsidi di enam kecamatan, Senin (7/7/2025).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kabid Perdagangan H. Uhibbul Huda, bersama tim dari Kasi dan staf DKUMPP ini menyasar berbagai titik strategis seperti toko distributor, agen sembako, kios pupuk subsidi, hingga penggilingan beras, dalam rangkaian pemantauan yang dilaksanakan sejak 3 hingga 7 Juli 2025.
Enam kecamatan yang menjadi fokus pemantauan yakni Sungai Tabuk, Martapura Barat, Gambut, Kertak Hanyar, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
“Kami ingin memastikan harga bapokting tidak melonjak tinggi dan tetap dalam jangkauan masyarakat, serta memastikan distribusi pupuk dan pestisida bersubsidi benar-benar tepat sasaran,” ujar Huda.
Dalam pengecekan lapangan, tim DKUMPP menilai kondisi harga dan stok bahan pokok di pasar dan toko masih tergolong stabil dan wajar. Stok beras, minyak goreng, gula, telur, hingga cabai masih mencukupi. Begitu pula dengan pupuk dan pestisida bersubsidi, yang menurut hasil pemantauan sudah mulai tersalurkan dengan baik ke kelompok tani.
Tak hanya sebatas pengawasan, kegiatan ini juga menjadi bentuk perlindungan nyata pemerintah daerah terhadap petani dan konsumen. Huda menegaskan, pihaknya ingin mencegah potensi penimbunan, penyelewengan, hingga praktik nakal yang kerap terjadi di lapangan terkait barang bersubsidi.
“Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh permainan harga maupun kelangkaan. Pupuk bersubsidi harus sampai ke petani, dan harga bahan pokok harus tetap terjangkau. Ini bentuk komitmen kami terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui langkah preventif dan pengawasan berkelanjutan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil, memastikan subsidi tepat sasaran, harga stabil, dan bahan pokok selalu tersedia di pasaran.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kabid Perdagangan H. Uhibbul Huda, bersama tim dari Kasi dan staf DKUMPP ini menyasar berbagai titik strategis seperti toko distributor, agen sembako, kios pupuk subsidi, hingga penggilingan beras, dalam rangkaian pemantauan yang dilaksanakan sejak 3 hingga 7 Juli 2025.
Enam kecamatan yang menjadi fokus pemantauan yakni Sungai Tabuk, Martapura Barat, Gambut, Kertak Hanyar, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
“Kami ingin memastikan harga bapokting tidak melonjak tinggi dan tetap dalam jangkauan masyarakat, serta memastikan distribusi pupuk dan pestisida bersubsidi benar-benar tepat sasaran,” ujar Huda.
Dalam pengecekan lapangan, tim DKUMPP menilai kondisi harga dan stok bahan pokok di pasar dan toko masih tergolong stabil dan wajar. Stok beras, minyak goreng, gula, telur, hingga cabai masih mencukupi. Begitu pula dengan pupuk dan pestisida bersubsidi, yang menurut hasil pemantauan sudah mulai tersalurkan dengan baik ke kelompok tani.
Tak hanya sebatas pengawasan, kegiatan ini juga menjadi bentuk perlindungan nyata pemerintah daerah terhadap petani dan konsumen. Huda menegaskan, pihaknya ingin mencegah potensi penimbunan, penyelewengan, hingga praktik nakal yang kerap terjadi di lapangan terkait barang bersubsidi.
“Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh permainan harga maupun kelangkaan. Pupuk bersubsidi harus sampai ke petani, dan harga bahan pokok harus tetap terjangkau. Ini bentuk komitmen kami terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Melalui langkah preventif dan pengawasan berkelanjutan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil, memastikan subsidi tepat sasaran, harga stabil, dan bahan pokok selalu tersedia di pasaran.



