REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Kota Banjarbaru Tahun 2025 menghadirkan beragam kebutuhan pokok dengan harga terjangkau diserbu ribuan masyarakat Banjarbaru.
Berdasarkan pantauan di lapangan antusias warga terlihat sejak pagi hari untuk membeli kebutuhannya seperti beras, telur, ayam, hingga sayuran, bawang merah, dan bawang putih, semua tersedia lengkap di lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalse), Syamsir Rahman menegaskan, kegiatan itu bukan hanya sekadar bazar.
“Beras memang naik, jadi harus ada Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran Bulog bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membuat gerakan pangan murah menjadi lebih lengkap.
“Semuanya lengkap hari ini dilaksanakan di tempat ini,” ucapnya.
Syamsir juga menekankan, gerakan ini sebagai bentuk pelayanan Pemerintah untuk masyarakat agar merasakan langsung manfaatnya dengan harga yang stabil.
Bahkan, Ia membeberkan capaian Kalimantan Selatan di tingkat nasional, dimana sebelumnya posisi itu dikuasai Bali selama 3 tahun.
“Kondisi pangan Kalimantan Selatan sekarang nomor satu se-Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, capaian itu lahir karena kolaborasi dari kondisi yang optimal dan mampu bertahan, seperti produksi gabah saat ini sedang mengalami peningkatan cukup bagus.
Hal tersebut, tak lepas dari berbagai instansi sebagai stakeholder ikut terlibat dalam mendukung upaya swasembada pangan di Kalimantan Selatan.
“Polda bergerak di jagung, Angkatan Udara di kedelai, Angkatan Laut di ubi kayu, hingga Kejaksaan sebagai penjaga pertani juga, dan padi bersama TNI,” terangnya.
Oleh karenanya, gerakan pangan murah terus dilaksanakan setiap bulannya. Pola jemput bola sampai ke Kelurahan menjadi kunci agar masyarakat yang sulit akses tetap terlayani.
“Antusias masyarakat Banjarbaru luar biasa,” tuntasnya.



