Jumat, 3 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Ini Alasan Ekspor Karet Dibatasi

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
5 April 2019
A A
Ini Alasan Ekspor Karet Dibatasi

Pohon karet yang terletak di Wilayah Kecamatan karang Intan / Photo : R a m a

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Dilansir dari laman web detik.com, mulai hari Senin, 1 April 2019, pemerintah Indonesia resmi membatasi ekspor karet. Hal ini seperti yang diputuskan dalam pertemuan International Tripartite Rubber Council (ITRC) 2019 bersama Malaysia dan Thailand beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, ketiga negara sepakat membatasi jumlah ekspor karet sebesar 240 ribu ton. Dari angka itu, Indonesia mengambil andil sebesar 98 ribu ton dan sisanya diambil oleh Thailand dan Malaysia.

Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri keputusan tersebut telah tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 779 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) ke-6 untuk Komoditi Karet Alam.

“Mulai hari ini berlaku, jumlah ekspor dalam volume itu Thailand 126.240 ribu ton, Indonesia 98.160 ribu ton dan Malaysia 15.600 ribu ton. Itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 779 Tahun 2019,” ungkap dia dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

LihatJuga :

PLN ULP Gambut Akan Lakukan Pengaturan Operasi Kelistrikan Hari Ini, Imbas Kendala Teknis PLTGU

DKP Kalsel Pastikan Penyaluran BBM Subsidi Nelayan di Muara Kintap Sudah Sesuai Mekanisme

SPBN Muara Kintap Bantah Tuduhan Penyelewengan BBM Bersubsidi

Menjemput Berkah Lewat Gorengan Seribu Rupiah di Jantung Kota Banjarbaru

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk saat ini keputusan pembatasan ekspor baru dilaksanakan oleh Indonesia dan Malaysia saja. Sedangkan Thailand baru akan melaksanakan pada 20 April mendatang.

“Karena ada pemilu jadi Thailand baru 20 April nanti. Tunggu keputusan,” ungkap dia.

Dalam acara yang sama, Deputi VII Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Affandi Lukman mengungkapkan saat ini harga komoditas karet sudah mengalami peningkatan di angka US$ 1,4 per ton dari sebelumnya US$ 1,2 per ton.

Sementara itu, target dari pelaksanaan ini diharapkan harga karet bisa meningkat ke angka US$ 2 per ton. Dengan begitu, para petani karet bisa menikmati pendapatan yang lebih baik.

“Harga sudah lebih baik dari November itu US$ 1,2 menjadi US$ 1,4. untuk itulah semoga bisa lebih baik lagi mencapai US$ 2. Paling tidak US$ 1,4 sampai US$ 1,5 bisa dinikmati dari petani karet kita,” tutup dia.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Rolibi Zamroni membeberkan, pengurangan ekspor karet tersebut lantaran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berencana, akan menjadikan karet sebagai bahan baku pembuatan aspal.

“Itu programnya bapak Jokowi,” Ujarnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (5/4).Kemudian lanjutnya, saat ini hasil panen karet di Kabupaten Banjar, dijual ke perusahaan PT. Insan Bonafit dan PT. Balimas dihargai senilai Rp. 17.500 per kilogram. Akan tetapi, angka tersebut bukanlah angka yang diterima oleh petani karet.

Karena sebelumnya, kadar kering karet harus terlebih dahulu diukur. Jika Kadar karet keringnya 60%, maka yang sampai ke petani karet hanya sekitar Rp.10.500 saja.

“Cuma wilayah Kecamatan Aluh-Aluh, Gambut, Tatah Makmur, Sungai Tabuk, Martapura Barat dan Beruntung Baru yang tidak memiliki perkebunan karet,” paparnya.

Share29Tweet18Send

Related Posts

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Koordinasi Lintas Instansi Tindak Lanjuti Keluhan Peternak Telur

Disdag Kalsel Siapkan Mitigasi, Koordinasi Lintas Instansi Tindak Lanjuti Keluhan Peternak Telur

by Irma Dahliana
2 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan melakukan mitigasi dan koordinasi lintas instansi sebagai tindak lanjut...

Pinsar Kalsel Usulkan Harga Acuan Telur Dibedakan per Zona, Sesuaikan Biaya Produksi Daerah

Pinsar Kalsel Usulkan Harga Acuan Telur Dibedakan per Zona, Sesuaikan Biaya Produksi Daerah

by Irma Dahliana
2 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengusulkan agar Pemerintah menetapkan harga acuan telur ayam...

Pekan Cinta Museum 2026 Digelar, Museum Lambung Mangkurat Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Banua

Pekan Cinta Museum 2026 Digelar, Museum Lambung Mangkurat Ajak Masyarakat Lestarikan Sejarah Banua

by Irma Dahliana
2 Juli 2026

REDAKSI8.COM, BANJARBARU - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat kembali menggelar Pekan Cinta Museum 2026 yang berlangsung mulai...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In