REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Lambung Mangkurat kembali menggelar Pekan Cinta Museum 2026 yang berlangsung mulai 18 Juni hingga 4 Juli di Kota Banjarbaru.
Kegiatan tahunan tersebut menjadi upaya meningkatkan minat masyarakat terhadap museum sekaligus memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.


Pekan Cinta Museum 2026 kali ini menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, komunitas budaya, sanggar seni, hingga masyarakat umum.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim mengapresiasi konsistensi Museum Lambung Mangkurat yang terus menghadirkan ruang edukasi sekaligus pelestarian budaya melalui kegiatan tahunan itu.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Museum Lambung Mangkurat beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan jati diri daerah,” ujarnya, Rabu (1/7/26).
Ia menegaskan, museum memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyimpan koleksi benda bersejarah.
Namun, museum juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai budaya dan sejarah.
“Museum memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, pelestarian warisan budaya, dan penguatan karakter bangsa. Museum tidak hanya menyimpan koleksi bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menghubungkan generasi masa kini dengan nilai-nilai luhur masa lalu,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah berharap budaya mengunjungi museum terus tumbuh sehingga museum semakin dikenal sebagai destinasi edukasi bagi semua kalangan masyarakat.
“Harapan kami, melalui penyelenggaraan Pekan Cinta Museum ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mengunjungi museum sebagai sumber pembelajaran sepanjang hayat terus meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, Pekan Cinta Museum menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Selatan serta membangun kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendekatkan museum dengan masyarakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Selama penyelenggaraan, peserta dapat mengikuti berbagai agenda, mulai dari pameran temporer bertema ‘Peradaban Dayak Kalimantan Selatan: Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa’.
“Kemudian belajar bersama, lomba mewarnai, begasing, menyanyi lagu tradisional, hingga lomba tari kreasi tradisional sebagai puncak acara,” tutupnya.
Melalui rangkaian tersebut, Museum Lambung Mangkurat berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan museum sebagai ruang belajar, pelestarian budaya, sekaligus wadah mengenal sejarah dan jati diri Kalimantan Selatan.



