REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebuah helikopter tipe BK117-D3 milik PT Eastindo Air dilaporkan jatuh di kawasan hutan lindung Desa Emil Baru, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Senin (1/9/25) lalu.
Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memberikan keterangan mengenai kondisi pesawat maupun kondisi penumpang setelah insiden tersebut.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengungkapkan, kronologi penemuan helikopter itu berada pada koordinat posisi terakhir yang diterima Tim (Search and Rescue) SAR Gabungan yang menunjukkan lokasi sekitar 700 meter dari titik temuan.
“Jadi kita sempat terima koordinat dari KNKT terkait itu tadi kita cek tidak jauh dari koordinat yang kita terima dari KNKT 700 meter,” ujarnya.
Helikopter tersebut, katanya ditemukan dalam kondisi terbakar, sementara satu penumpang terlempar hingga sekitar 100 meter dari badan pesawat.
“Pesawat tidak pecah, cuma terpatah ekornya. Sedangkan untuk kondisi penumpang (saat ditemukan) tadi tidak bisa dipastikan semuanya kecuali yang tadi satu terlempar, sisanya ada di dalam heli,” jelasnya.
Proses evakuasi jenazah dilakukan hari ini Kamis (4/9/25) melalui jalur darat, dari pegunungan menuju posko Mantewe, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
“Karena kita kemarin sudah hampir 3 hari ini pakai udara kayaknya cuaca tidak pernah mendukung. Jarak pandangnya kan tidak bagus,” tuturnya.
Namun, Ia memastikan, seluruh korban akan dibawa dengan aman ke Banjarmasin untuk proses lebih lanjut.
“Intinya seluruh korban akan kita evakuasi ke Banjarmasin, mungkin akan di Disaster Victim Identification (DVI), dilanjutkan ke Polda,” ungkapnya lagi.
Adapun penyebab kebakaran helikopter masih belum diketahui, Basarnas masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Nanti lebih jelasnya KNKT ya,” tuntasnya.
Berdasarkan data koordinat 3°05’06.0″S 115°37’39.1″E yang dipetakan menggunakan Google Earth, helikopter jatuh sekitar 3,5 kilometer dari Air Terjun Mandin Damar, pada ketinggian sekitar 670 meter di atas permukaan laut (setara 2.197 kaki).
PT Eastindo Air, maskapai sewaan dan penerbangan perintis yang berbasis di Jakarta, telah beroperasi lebih dari 30 tahun.
Perusahaan ini dikenal menerapkan standar keselamatan internasional dan menyediakan layanan khusus, termasuk penerbangan charter, evakuasi medis, dukungan pemadam kebakaran, hingga survei udara.
Armada Eastindo mencakup beberapa jenis pesawat dan helikopter, seperti Beechcraft B1900D, Britten-Norman Islander, Airbus Helicopter AS350, serta BK117-D3.
Berkantor di Flops Center, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, maskapai ini juga aktif dalam operasi SAR dan layanan darurat.
Helikopter yang jatuh, BK117-D3, adalah jenis twin-engine dengan kapasitas hingga 10 orang termasuk pilot.
Mesin ganda Safran Arriel 2E memberikannya jangkauan terbang 650–722 kilometer, kecepatan jelajah hingga 241 km/jam, dan kemampuan operasi sampai 6.000 meter.
Kabin BK117-D3 dirancang luas dengan lantai datar, memudahkan berbagai misi mulai dari transportasi penumpang hingga layanan medis darurat.
Helikopter juga dilengkapi avionik modern Helionix, fitur autopilot 4-aksi, H-TAWS, SVS, serta teknologi Fenestron di ekor yang membuatnya lebih tenang saat terbang.



