REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar tak tinggal diam menghadapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas LPG 3 kilogram. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga, digelar operasi pasar LPG 3 kg di Kelurahan Gambut Barat dan Kecamatan Kertak Hanyar, Selasa (1/7/2025) pagi.
Sejak fajar menyingsing, warga sudah memadati titik distribusi. Mereka rela antre demi mendapatkan gas melon yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 18.500, jauh lebih murah dibanding harga pasaran yang tembus Rp 45.000 hingga Rp 50.000 di tingkat eceran.
Kelangkaan gas melon selama beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah. Tidak hanya sulit dicari di pangkalan resmi, namun juga harganya melonjak tinggi, memaksa warga membeli dengan harga jauh di atas HET.
“Biasanya kalau gas LPG datang di pangkalan, jumlahnya terbatas. Banyak yang tidak kebagian, akhirnya beli di luar dengan harga lebih mahal,” ungkap Gusti M Noviar Hidayat, warga Kertak Hanyar.
Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Suryawati, turun langsung ke lokasi dan menegaskan bahwa operasi pasar ini adalah bentuk kepedulian pemerintah dalam merespons langsung kebutuhan masyarakat.
“Ini langkah nyata kami untuk membantu warga, terutama di tengah kondisi harga LPG melon yang meroket dan sulit ditemukan di pasaran,” tegasnya.
Di Kelurahan Gambut Barat, gas LPG yang baru datang langsung ludes diserbu warga. Lurah Gambut Barat Sukran Ma’mun menyebut antusiasme warga luar biasa sejak pagi hari.
“Alhamdulillah masyarakat sangat senang. Begitu mobil datang, langsung habis karena harganya sesuai HET. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Operasi pasar ini diharapkan menjadi solusi sementara sekaligus pengingat bagi pihak-pihak terkait untuk menstabilkan distribusi LPG subsidi di Kabupaten Banjar. Warga berharap kegiatan serupa bisa dilanjutkan di daerah-daerah lain yang juga mengalami kelangkaan.
Sejak fajar menyingsing, warga sudah memadati titik distribusi. Mereka rela antre demi mendapatkan gas melon yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 18.500, jauh lebih murah dibanding harga pasaran yang tembus Rp 45.000 hingga Rp 50.000 di tingkat eceran.
Kelangkaan gas melon selama beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah. Tidak hanya sulit dicari di pangkalan resmi, namun juga harganya melonjak tinggi, memaksa warga membeli dengan harga jauh di atas HET.
“Biasanya kalau gas LPG datang di pangkalan, jumlahnya terbatas. Banyak yang tidak kebagian, akhirnya beli di luar dengan harga lebih mahal,” ungkap Gusti M Noviar Hidayat, warga Kertak Hanyar.
Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Suryawati, turun langsung ke lokasi dan menegaskan bahwa operasi pasar ini adalah bentuk kepedulian pemerintah dalam merespons langsung kebutuhan masyarakat.
“Ini langkah nyata kami untuk membantu warga, terutama di tengah kondisi harga LPG melon yang meroket dan sulit ditemukan di pasaran,” tegasnya.
Di Kelurahan Gambut Barat, gas LPG yang baru datang langsung ludes diserbu warga. Lurah Gambut Barat Sukran Ma’mun menyebut antusiasme warga luar biasa sejak pagi hari.
“Alhamdulillah masyarakat sangat senang. Begitu mobil datang, langsung habis karena harganya sesuai HET. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Operasi pasar ini diharapkan menjadi solusi sementara sekaligus pengingat bagi pihak-pihak terkait untuk menstabilkan distribusi LPG subsidi di Kabupaten Banjar. Warga berharap kegiatan serupa bisa dilanjutkan di daerah-daerah lain yang juga mengalami kelangkaan.



