REDAKSI8.COM – Melestarikan budaya Banjar Kalimantan Selatan. Sepenggal kalimat inilah yang menjadi gambaran bentuk kepedulian dari sebuah Sanggar dari Institut Agama Islam Darussalam Martapura, Sanggar Ar-Rumi.
Bagaimana tidak, semakin berkembangnya era modern, secara perlahan menggerus kearifan dan budaya lokal. Terlebih, masuknya budaya barat kini telah ‘menggoda’ jiwa usia remaja.
Guna meminimalisir atau mencegah hal tersebut, Sangga Ar-Rumi menggelar Festival Madihin se-Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di Q Mall Banjarbaru, dari tanggal 14 April sampai 15 April 2016.

Dalam festival madihin ini tidak melulu diisi oleh rangkaian kata yang bikin ‘ngakak’ yang diiringi suara tabuhan alat musik Tarbang, namun juga ada hiburan lainnya, semacam musik panting dan lain sebagainya yang masih kental dengan ‘rasa’ Budaya Banjar.
Sebagai Ketua Pelaksana Festival Madihin Se-Kalimantan Selatan, Muhammad Islam Ridhoni menyampaikan, kegiatan bernuansa Budaya Banjar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Sanggar Ar-Rumi Ke-15.
”Total peserta yang mengikuti festival madihin ini ada 17 orang. Usia maksimal 25 tahun, sedangkan peserta yang paling muda berusia 12 tahun. Durasi penampilan kami beri waktu 7 sampai 10 menit per peserta,” ujar Muhammad Islam.

Tema yang diambil untuk festival madihin ini yaitu ulang tahun. Meski begitu, peserta diberi kebebasan untuk mengangkat hal apapun yang masih berkaitan dengan tema ulang tahun itu.
”Kami berharap dengan mengadakan festival madihin ini, dapat mencetak generasi-generasi muda baru yang melestarikan seni budaya khas Kalimantan Selatan. Terselenggaranya festival ini tidak lepas dari kerjasama yang kami jalin dengan pihak Q Mall Banjarbaru, Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru, dan tentu Redaksi 8 sebagai media partner Sanggar Ar-Rumi,” bebernya.




