REDAKSI8.COM – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Banjarbaru turut memeriahkan HUT Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia di Banjarbaru.
Usai pelaksanaan upacara peringatan di Lapangan Dr Murjani Banjarbaru, Sabtu (17/8), Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru mempersembahkan drama kolosal dengan judul ‘Merdeka atau Mati’.

Drama kolosal ini dipersembahkan untuk mengenang perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, dalam mempertahankan kemerdekaan dari Agresi Militer Belanda II.

Untuk para pemerannya, Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru melibatkan para siswa-siswi dari SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 4 Banjarbaru, SMPN 2 Banjarbaru, dan termasuk para pengurus DKD Kota Banjarbaru.
Mereka tampil memukau dan terlihat sangat menghayati perannya masing-masing. Ada yang berguling-guling di atas aspal yang panas, berakting jatuh bangun melawan para pemeran penjajah, bahkan ada yang tidak mengenakan alas kaki.
Begitu juga dengan properti yang mereka bawa, terkesan begitu matang dan serius dalam mempersiapkan drama kolosal ini. Bahkan, mereka sengaja membawa mobil jeep yang mirip dengan mobil jeep ala medan perang. Kereeeen!

Salah satu pengurus di Sekretariat Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru, Aan Alfianoor mengatakan, mobil jeep yang mereka bawa/pinjam dari Komunitas Jeep Wellys ini sengaja dihadirkan untuk menambah dramatis pertunjukan.
“Drama kolosal ini disutradarai oleh Bapak Sidik WS. Kalau persiapannya kami mulai dari awal bulan Agustus,” ujar Aan.
Saat drama kolosal ini ditampilkan, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, serta tamu undangan lainnya, terlihat menikmati alur cerita dari drama kolosal yang dibawakan.

Nadjmi Adhani berharap, nilai-nilai nasionalisme yang digambarkan melalui sebuah drama kolosal ini bisa dimaknai bahwa bangsa kita adalah bangsa pejuang.
“Perjuangan ini harus kita teruskan melalui pembangunan,” ucap Nadjmi Adhani usai acara ramah tamah dengan para veteran dan janda veteran, di Aula Gawi Sabarataan.



