REDAKSI8.COM – Tidak sekali dua, sederet aktor dan aktres papan atas di Tanah Air acap kali tersandung persolan narkoba. Kebanyakan kalangan artis kerap mengonsumsi narkotika jenis sabu sebagai doping untuk mengurangi kelelahan akan padatnya jadwal pekerjaan.
Dalam setahun ini saja sederet nama artis papan atas di tanah air terpaksa meregang nasibnya di dalam jeruji besi akibat menyalahgunakan narkotika jenis sabu. Diantaranya Nia Ramadhani dan suaminya Adie Bakri.
Baru-baru saja pekan ini seorang artis Komedian sekaligus youtuber terkenal Coki Pardede, telah diciduk Satuan Narkoba Polres setempat di kediamannya yang tengah menggunakan narkoba jenis sabu. Ditambah ditemukannya barang bukti sabu seberat 0,5 gram.
Mengapa sabu dikonsumsi oleh beberapa artis? Benarkan digunakan sebagai doping atau bahkan penenang dikala sekelumitnya persoalan pikiran yang dihadapi sang artis? Atau malah memang benar benar ketagihan? Bagaimana cara berhenti mengonsumsinya? Mari kita cari tahu.
Menurut Dokter Devika Yuldharia, Sabu adalah jenis narkoba golongan methamphetamine yang jika disalahgunakan akan menyebabkan ketagihan serta timbul efek samping berupa depresi, kecemasan, paranoid, kelainan genetik pada anak / keturunan pemakai sabu, dan gangguan otak secara permanen.
Sebaiknya baginya, Jika sudah semua jenis narkoba dijauhi jangan coba-coba memakainya. Karena andai sudah ketagihan akan membutuhkan usaha dan penanganan khusus untuk bisa lepas dari narkoba itu sendiri.
Keinginan Anda untuk berhenti memakai narkoba sabu merupakan langkah awal yang sangat patut diapresiasi.
Niat untuk berhenti memakai sabu adalah point paling penting dalam usaha lepas dari narkoba.
“Kami sarankan agar berkonsultasi di klinik rehabilitasi narkoba dibanding berusaha berhenti memakai narkoba sendiri. Bisa juga mendatangi IPWL / instalasi penerima wajib lapor yang banyak tersedia di puskesmas maupun rumah sakit untuk pendampingan rehabilitasi narkoba,” jelasnya.
Di klinik rehabilitasi narkoba atau IPWL, biasanya katanya akan dipandu dan didampingi dalam setiap proses rehabilitasi termasuk penanganan saat sakaw.
Tahapan rehabilitasi narkoba yaitu detoksifikasi yang berarti menghentikan pemakaian narkoba dan mencegah sakaw, bisa dengan obat-obatan khusus substitute narkoba dan konseling, rehabilitasi non medis, dan bina lanjut atau melakukan kegiatan sesuai minat dan bakat.
Setelah melewati tahapan terakhir pengguna akan siap kembali lagi ke keluarga dan masyarakat dalam kondisi yang bersih.
“Setelah bersih sebaiknya Anda tidak berhubungan kembali dengan teman-teman yang memakai narkoba agar tidak terjebak untuk memakai narkoba lagi,” sarannya.
Jawaban nomor 3: cara untuk menghilangkan efek sabu dalam darah atau bagian tubuh lain adalah dengan berhenti memakai narkoba. Zat sabu akan menghilang seiring berjalannya waktu. Yang terpenting setelah bersih, Anda tidak lagi memakai narkoba kembali.
Jawaban nomor 4: kadar sabu bisa ditdeteksi melalui darah, urin, air liur, dan rambut. Lama waktu hilangnya kadar sabu bervariasi bergantung pada berapa lama pemakaian sabu, dosis sabu, panjang rambut, dll. Di dalam darah kadar sabu bisa bertahan 1-2 hari, dalam urin 1-4 hari, dalam air liur 2 jam – 1 minggu, dan di dalam rambut bisa sampai bulanan bahkan tahunan.



