REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kampanye pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada ibu hamil yang digelar di Aula Kecamatan Mataraman, Kamis (3/7/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan diikuti oleh sekitar 60 ibu hamil dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Mataraman. Selain pemberian TTD, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi dan konsultasi kesehatan kehamilan secara langsung bersama tenaga medis.
Kepala Bidang Kesmas Dinkes Banjar, dr. Widya Wiri Utami, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan memberikan pengetahuan mendalam kepada ibu hamil tentang manfaat tablet tambah darah dalam menjaga keseimbangan hemoglobin selama masa kehamilan.
“Dengan informasi yang tepat, kami berharap para ibu hamil lebih sadar untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah guna mencegah anemia yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada ibu, tetapi juga pada tumbuh kembang janin,” tegas dr. Widya.
Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, hingga kematian ibu saat persalinan. Karenanya, tablet tambah darah menjadi bagian penting dari intervensi gizi spesifik yang dicanangkan pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan kematian ibu melahirkan.
Tablet Tambah Darah, yang mengandung zat besi dan asam folat, berperan vital dalam pembentukan sel darah merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin dalam kandungan. Kekurangan zat ini selama masa kehamilan bisa berakibat pada terganggunya perkembangan otak dan tubuh bayi.
Sekretaris Kecamatan Mataraman, Hj. Noor Aida, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengimbau agar para ibu hamil tidak mengabaikan pentingnya konsumsi TTD serta aktif mengikuti pemeriksaan kehamilan secara berkala.
“Kami mengingatkan para ibu hamil agar tidak menunda-nunda untuk datang ke posyandu. Tablet tambah darah bukan hanya suplemen, tapi bentuk perlindungan untuk ibu dan anak sejak dalam kandungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi aktif ibu hamil dalam program kesehatan seperti ini juga menjadi indikator kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi keluarga.
Kampanye ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Banjar, Titi, yang memberikan edukasi interaktif dan konsultasi kesehatan. Para peserta dipersilakan bertanya langsung seputar kehamilan, pola makan, serta efek samping atau kendala yang sering mereka alami saat mengonsumsi TTD.
Bagi para ibu hamil yang hadir, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara informatif, tetapi juga menjadi ruang untuk menenangkan kecemasan dan meningkatkan pengetahuan.
“Kadang kami ragu minum tablet itu karena mual atau takut efeknya. Tapi setelah dijelaskan, jadi lebih yakin dan tahu cara mengatasinya,” ujar salah satu peserta dari Desa Mataraman.
Kampanye TTD ini merupakan bagian dari strategi nasional yang diimplementasikan daerah dalam menekan angka stunting dan gizi buruk. Dinkes Banjar menegaskan komitmennya untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkala di kecamatan lain.
Dengan menyasar langsung kelompok ibu hamil, pemerintah berharap dapat memutus rantai masalah gizi sejak tahap awal kehidupan, yakni masa kehamilan. Karena dari rahim yang sehat, lahirlah generasi yang kuat.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan diikuti oleh sekitar 60 ibu hamil dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Mataraman. Selain pemberian TTD, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi dan konsultasi kesehatan kehamilan secara langsung bersama tenaga medis.
Kepala Bidang Kesmas Dinkes Banjar, dr. Widya Wiri Utami, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan memberikan pengetahuan mendalam kepada ibu hamil tentang manfaat tablet tambah darah dalam menjaga keseimbangan hemoglobin selama masa kehamilan.
“Dengan informasi yang tepat, kami berharap para ibu hamil lebih sadar untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah guna mencegah anemia yang bisa berdampak buruk tidak hanya pada ibu, tetapi juga pada tumbuh kembang janin,” tegas dr. Widya.
Anemia selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, hingga kematian ibu saat persalinan. Karenanya, tablet tambah darah menjadi bagian penting dari intervensi gizi spesifik yang dicanangkan pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan kematian ibu melahirkan.
Tablet Tambah Darah, yang mengandung zat besi dan asam folat, berperan vital dalam pembentukan sel darah merah dan membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin dalam kandungan. Kekurangan zat ini selama masa kehamilan bisa berakibat pada terganggunya perkembangan otak dan tubuh bayi.
Sekretaris Kecamatan Mataraman, Hj. Noor Aida, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengimbau agar para ibu hamil tidak mengabaikan pentingnya konsumsi TTD serta aktif mengikuti pemeriksaan kehamilan secara berkala.
“Kami mengingatkan para ibu hamil agar tidak menunda-nunda untuk datang ke posyandu. Tablet tambah darah bukan hanya suplemen, tapi bentuk perlindungan untuk ibu dan anak sejak dalam kandungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi aktif ibu hamil dalam program kesehatan seperti ini juga menjadi indikator kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi keluarga.
Kampanye ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Banjar, Titi, yang memberikan edukasi interaktif dan konsultasi kesehatan. Para peserta dipersilakan bertanya langsung seputar kehamilan, pola makan, serta efek samping atau kendala yang sering mereka alami saat mengonsumsi TTD.
Bagi para ibu hamil yang hadir, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara informatif, tetapi juga menjadi ruang untuk menenangkan kecemasan dan meningkatkan pengetahuan.
“Kadang kami ragu minum tablet itu karena mual atau takut efeknya. Tapi setelah dijelaskan, jadi lebih yakin dan tahu cara mengatasinya,” ujar salah satu peserta dari Desa Mataraman.
Kampanye TTD ini merupakan bagian dari strategi nasional yang diimplementasikan daerah dalam menekan angka stunting dan gizi buruk. Dinkes Banjar menegaskan komitmennya untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkala di kecamatan lain.
Dengan menyasar langsung kelompok ibu hamil, pemerintah berharap dapat memutus rantai masalah gizi sejak tahap awal kehidupan, yakni masa kehamilan. Karena dari rahim yang sehat, lahirlah generasi yang kuat.



