REDAKSI8.COM, ASAHAN – Komitmen untuk membuka ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan generasi muda kembali diperlihatkan oleh Bupati Asahan, H. Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si. Kali ini, Bupati menerima audiensi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran-Asahan di ruang kerjanya, Rabu (2/7/2025).
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus baru HMI periode 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua Cabang, Safril Darmawan Lubis. Turut mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum, Kadis Kominfo, Kaban Kesbangpol, serta Kabag Protokol Setdakab Asahan.
Dalam kesempatan tersebut, Safril menyampaikan maksud kedatangan mereka sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan formasi kepengurusan baru HMI Kisaran-Asahan. Ia juga secara resmi mengundang Bupati Asahan untuk menghadiri prosesi pelantikan pengurus HMI, yang akan digelar pada 3 Juli 2025 di Hotel Marina Kisaran.
“Kami berharap silaturahmi ini bisa menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. HMI siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah,” ujar Safril.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Asahan menyambut baik semangat baru yang diusung para pengurus HMI. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif audiensi ini dan menyatakan komitmen pemerintah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, gagasan, serta turut terlibat dalam proses pembangunan.
“Insya Allah saya akan hadir jika tidak ada agenda penting lainnya. Jika saya berhalangan, akan saya tugaskan pejabat terkait untuk mewakili,” ucap Bupati.
Lebih lanjut, ia mengharapkan agar kepengurusan baru HMI tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya percaya, HMI sebagai organisasi mahasiswa memiliki kapasitas besar untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan moral, intelektual, dan sosial. Saya titip pesan agar tetap menjaga semangat independen, namun tetap terbuka untuk berkolaborasi demi kemajuan Asahan,” tambahnya.
Audiensi ini ditutup dengan harapan bersama bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk sinergi nyata. Kehadiran organisasi kepemudaan seperti HMI dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan iklim demokrasi dan pembangunan yang sehat di daerah.
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus baru HMI periode 2025–2026 yang dipimpin oleh Ketua Cabang, Safril Darmawan Lubis. Turut mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum, Kadis Kominfo, Kaban Kesbangpol, serta Kabag Protokol Setdakab Asahan.
Dalam kesempatan tersebut, Safril menyampaikan maksud kedatangan mereka sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan formasi kepengurusan baru HMI Kisaran-Asahan. Ia juga secara resmi mengundang Bupati Asahan untuk menghadiri prosesi pelantikan pengurus HMI, yang akan digelar pada 3 Juli 2025 di Hotel Marina Kisaran.
“Kami berharap silaturahmi ini bisa menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. HMI siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah,” ujar Safril.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Asahan menyambut baik semangat baru yang diusung para pengurus HMI. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif audiensi ini dan menyatakan komitmen pemerintah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi, gagasan, serta turut terlibat dalam proses pembangunan.
“Insya Allah saya akan hadir jika tidak ada agenda penting lainnya. Jika saya berhalangan, akan saya tugaskan pejabat terkait untuk mewakili,” ucap Bupati.
Lebih lanjut, ia mengharapkan agar kepengurusan baru HMI tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program-program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya percaya, HMI sebagai organisasi mahasiswa memiliki kapasitas besar untuk menjadi garda terdepan dalam pembangunan moral, intelektual, dan sosial. Saya titip pesan agar tetap menjaga semangat independen, namun tetap terbuka untuk berkolaborasi demi kemajuan Asahan,” tambahnya.
Audiensi ini ditutup dengan harapan bersama bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk sinergi nyata. Kehadiran organisasi kepemudaan seperti HMI dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan iklim demokrasi dan pembangunan yang sehat di daerah.



