REDAKSI8.COM, SEMARANG – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, menggelar sosialisasi program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Qur’an Center Ponpes Nurul Islam, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (29/11/2025).
Selain diikuti ratusan peserta, kegiatan itu juga mendatangkan beberapa narasumber, seperti Dr. H. Muh Haris, SS, M.Si selaku Anggota DPR – RI Komis IX, kemudian Nasri Yatiningsih, SE, MM selaku Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dan Dewanto Leksono W, S.STP, MM selaku Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Semarang.
Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Selanjutnya, sosialiasi diisi oleh para pemateri atau narasumber tentang program Bangga Kencana. Diantaranya, disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Muh Haris.
Dalam sambutannya, Haris apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Program ini menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera.
Melalui penyampaian edukasi terkait perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta penguatan ketahanan keluarga, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang terencana dan berdaya.
“Semoga melalui kegiatan ini, literasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Program Bangsa Kencana semakin meningkat, sehingga dapat menciptakan generasi yang unggul dan masa depan bangsa yang lebih cerah. Karena keluarga yang kuat adalah pondasi utama kemajuan Indonesia,” Ujar Haris.

Sementara itu, Nasri menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kinerja dan peran aktif tenaga lini lapangan sebagai ujung tombak pelaksana di masyarakat.
Ia menuturkan pentingnya penguatan kapasitas, koordinasi, serta kolaborasi antar pihak, baik ditingkat provinsi, kabupaten, maupun desa, agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
“Peran tenaga lapangan bukan hanya sebatas pelaksana teknis, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang berperan dalam membangun kesadaran, mengedukasi masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai ketahanan keluarga, tutur Nasri.
Ia juga berharap kegiatan sosialiasi dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kerja, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan koordinasi antar lini dalam mewujudkan keluarga berkualitas menuju generasi Indonesia emas.
Dalam kesempatan yang sama, Dewanto menambahkan bahwa data yang valid memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Berbagai strategi yang tengah dikembangkan oleh pemerintah daerah dalam memperkuat sistem informasi keluarga, termasuk optimalisasi pendataan keluarga sebagai instrumen utama dalam memantau perkembangan demografi dan kondisi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Semarang.
“Bahwa keberhasilan pengendalian penduduk tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan data, tetapi juga oleh komitmen dan kolaborasi semua pihak dalam memanfaatkan data tersebut secara berkelanjutan. seluruh peserta untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga lini lapangan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kualitas hidup keluarga”. pungkas Dewanto.





